Kampung Tematik, Warga Kembangkan Produk Kelor-KPK

KADEMANGAN – Pengembangan usaha masyarakat bisa dimulai dari potensi lingkungan sekitar. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang mudah ditemui membuat ongkos produksi lebih murah. Inilah yang dilakukan warga RW 05, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Warga setempat memanfaatkan pohon kelor yang banyak tumbuh di sekitar rumah mereka. Dengan daun kelor, mereka berkreasi membuat berbagai macam olahan makanan. “Di sini di semua pekarangan warga pasti ada pohon kelornya. Daun pohon ini dimanfaatkan warga untuk memproduksi makanan,” ujar salah satu peserta Lomba Kampung Tematik Kademangan Bangkit Award 2018 dari RW 05 Kelurahan Pohsangit Kidul, Guntur Dedy Alimo.

Ada sejumlah produk berbahan baku daun kelor hasil kreasi warga. Di antaranya ada mie kelor, kerupuk kelor, pentol kelor, dan aneka kue basah berbahan baku kelor. “Kue basah itu seperti apem kelor, bolu kukus kelor, dan brownis kelor,” ujarnya.

Selain itu, di RW 05 juga terdapat Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang menyediakan berbagai macam produk sayur. “Saat ini kami sedang melakukan pembibitan pohon kelor. Tapi, masih belum tumbuh,” ujarnya.

Produk berbahan baku daun kelor yang dibuat warga merupakan produk alami dan tidak menggunakan bahan pengawet. Karenanya, proses produknya tidak dilakukan setiap hari.

Selain mengangkat berdasarkan potensi lingkungan sekitar, ada juga kampung yang mengangkat tema dari potensi sumber daya manusianya. Seperti, warga RW IV Kelurahan Ketapang. Mereka mengembangkan Kampung Tematik berjudul Kampung Pencegah Perut Keroncongan (KPK).

“Di sini warganya banyak yang membangun usaha kuliner. Baik makanan dan minuman. Mereka banyak menerima pesanan makanan, maka kami ambil tema KPK,” ujar Ketua RW IV Kelurahan Ketapang, Indra Budi Jaya.

Dari sekitar 500 warga di RW IV Kelurahan Ketapang, ada sekitar 15 orang yang membuka usaha kuliner. “Data ini masih belum keselurahan dari 4 RT. Lima belas orang itu yang setiap tahun ikut Bazar Ramadan. Bisa jadi jumlahnya lebih banyak lagi,” ujarnya. (put/rud)