Pasien Positif Korona di Kota Probolinggo Bertambah 16, Ini Riwayatnya

KANIGARAN, Radar Bromo – Pasien positif Covid-19 di Kota Probolinggo kembali bertambah. Per Rabu (1/7), ada 16 orang pasien terkonfirmasi positif berdasarkan hasil laboratorium BPTKL BP Surabaya pada 27 Juni 2020. Kini di Kota Probolinggo, total ada 70 pasien positif.

“Lonjakan kasus positif 16 orang dari yang sudah ada di Kota Probolinggo. Berdasarkan swab 27 Juni ke BPTKL PP Surabaya, keluar 1 Juli ada 12 orang konfirmasi positif, 4 positif juga dari hasil lab yang sama, namun beda tanggal. Total positif ada 16 orang,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Probolinggo Abraar HS Kuddah dalam rilis secara virtual, kemarin.

Sejumlah 16 orang ini berasal dari beberapa klaster dan kelurahan di Kota Probolinggo. Di antaranya, 3 orang dari kluster Surabaya yang berasal dari Kelurahan Tisnonegaran; 4 orang dari klaster S asal Kelurahan Triwung Lor; dan 4 orang dari klaster Sidoarjo berasal dari kelurahan Triwung lor.

Kemudian, 2 orang pelaku perjalanan dari Kelurahan Jrebeng Wetan; 2 orang transmisi lokal dari Kelurahan Ketapang; serta 1 PDP asal Kelurahan Mayangan yang sebelumnya sudah dirawat di RSUD dr Mohamad Saleh.

“Banyaknya pasien positif ini tidak lepas karena ada beberapa pasien dari Surabaya dan Sidoarjo yang pindah dirawat ke Kota Probolinggo tanpa mengikuti prosedur kesehatan,” ujarnya.

Pasien tersebut diajak keluarganya untuk dirawat di Kota Probolinggo. Ada kelalaian keluarga dalam proses pemindahan tanpa protokol kesehatan. Akibatnya, keluarga ini terpapar dan dinyatakan positif dan masuk orang tanpa gejala (OTG).

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo N.H. Hidayati mengatakan, kini Kota Probolinggo masuk zona oranye dengan risiko sedang dan transmisi lokal cukup tinggi. “Kota Probolinggo sebagai transmisi lokal, artinya penularan di antara kita sendiri. Arisan, kongkow-kongkow, tolong dihindari,” ujarnya. (put/rud)