Ada Pandemi, BI Hanya Sediakan Penukaran Uang Baru di Bank

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Menjelang Idul Fitri, Bank Indonesia (BI) biasanya menyediakan penukaran uang bagi masyarakat. Namun, adanya pandemi Covid-19, BI mengubah kebiasaan ini. Kini, BI hanya menyediakan penukaran uang melalui bank.

Humas BI Kanwil Malang Esy Bima menyatakan, BI telah berkoordinasi dan meminta perbankan dalam memberikan layanan tetap mempertimbangkan protokol pencegahan Covid-19. Termasuk, bagi yang telah menerapkan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat yang telah ditetapkan pemerintah.

Protokol dimaksud antara lain penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, dan penerapan physical distancing. “Ini informasi dari pusat, untuk dari Kanwil Malang, pekan depan akan ada rilis resminya,” ujarnya.

Menurutnya, penukaran uang untuk masyarakat akan dilayani oleh 3.742 kantor cabang (KC) bank di seluruh Indonesia. Terdiri atas 344 KC bank di daerah Jabodetabek dan 3.398 KC bank di wilayah luar Jabodetabek, terhitung mulai 29 April sampai dengan 20 Mei 2020.

“BI senantiasa berkoordinasi dengan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) guna memastikan tersedianya uang yang layak edar dan terus mengedukasi masyarakat tentang kedisplinan dalam menjaga higienitas saat bertransaksi dengan uang tunai guna memitigasi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Untuk kelancaran penyiapan uang tunai dan kelancaran layanan penukaran, BI menyusun strategi secara internal dan eskternal. Secara internal BI menyediakan uang yang layak edar dan higienis untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19 dengan melakukan karantina uang rupiah selama 14 hari sebelum diedarkan.

Serta, menyemprot disinfektan pada area perkasan, sarana dan prasarana, serta memerhatikan higienitas sumber daya manusia (SDM) dan perangkat pengolahan uang. Juga mendistribusikan uang secara tepat di tengah keterbatasan moda transportasi agar seluruh kantor perwakilan BI memiliki kecukupan persediaan uang secara nominal dan per pecahan.

Dari sisi eksternal, BI melakukan koordinasi dengan perbankan dan PJPUR untuk menjaga ketersediaan uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan kualitas baik melalui perencanaan pengisian uang yang akurat. Serta, menyediakan layanan penukaran uang kepada masyarakat di loket perbankan, sehingga masyarakat mudah untuk memperoleh uang.

Juga, memastikan seluruh kegiatan pengolahan uang yang memerhatikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3). “Jadi, tetap memertimbangkan aspek K3 serta kehigienisan uang,” ujar Esy. (rpd/rud)