alexametrics
28C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

ASN Pemkot Probolinggo Mulai Work From Home

KANIGARAN, Radar Bromo – Antisipasi terhadap penyebaran virus korona terus dilakukan Pemkot Probolinggo. Setelah meminta para pelajar belajar di rumah, kini para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Probolinggo, juga bernasib sama. Mereka diminta bekerja di rumah.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Probolinggo bernomor 060/1617/425.022/2020 tentang penyesuaian sistem kerja ASN dan Non-ASN dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemkot Probolinggo. Dalam SE itu dijelaskan, mulai 1-21 April, ASN dan non-ASN bisa bekerja di rumah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Probolinggo Gogol Sudjarwo mengatakan, berdasarkan SE Wali Kota itu, ASN dan Non-ASN dapat melakukan tugas kedinasan di rumah masing-masing, kecuali bagi yang mendapatkan jadwal piket.

“Namun, jika ada tugas yang mendesak dan harus dikerjakan di kantor, maka petugas tersebut diperkenankan ke kantor. Selain itu, bagi eselon II dan III diminta tetap masuk. Jadi, tidak semuanya yang WFH (work from home). Jika ada hal semisal rapat ataupun lainnya, bisa menggunakan telekonferesi. Atau, jika terpaksa harus ngantor, maka tetap jaga jarak,” ujarnya.

Masyarakat yang memerlukan pelayanan, menurut Gogol, tidak perlu khawatir. Sebab, bagi unit kerja yang bertugas di pelayanan publik tetap bertugas. “Nantinya akan diatur oleh pimpinannya dan tetap diawasi. Serta, sesuai dengan ritme kerja dengan tetap memperhatikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, bagi ASN dan Non-ASN yang berdinas di rumah atau melakukan WFH tetap mengisi absensinya menggunakan aplikasi SIAP Mobile. “Petugas yang melakukan kedinasan di rumahnya, harus berada di rumahnya, jika tidak, akan mendapatkan sanksi sesuai ketentuan. Kecuali untuk kepentingan keberlangsungan hidup, seperti membeli kebutuhan pangan, kesehatan, dan lainnya. Itu pun juga harus berkoordinasi dengan atasannya,” jelasnya.

Meski bekerja di rumah, tidak ada hak para pegawai yang dipotong. Termasuk tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi ASN. “Karena itu, tetap memperhatikan realisasi target kinerja,” ujar Gogol. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU