alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Baru Surut, 1.768 KK di Dringu Kembali Terimbas Banjir Susulan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Banjir susulan terjadi di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Minggu (28/2) malam. Banjir mencapai 1 meter dan membuat ribuan kepala keluarga (KK) kembali terdampak.

Total ada 1.768 KK yang terdampak banjir di dua desa. Yaitu di Desa Kedungdalem dan Dringu. Material lumpur pun kembali terbawa banjir ke permukiman. Sehingga membuat warga yang terdampak kewalahan membersihkan lumpur.

Pemkab Probolinggo bahkan mengaku tak sanggup mengatasi sendiri bencana banjir tersebut. Wabup Probolinggo Timbul Prihanjoko saat mendatangi korban banjir kemarin (1/3) menyebut, bencana banjir bukan hanya tanggung jawab Pemkab Probolinggo, namun juga tanggung jawab pemerintah provinsi dan pusat.

”Ini bukan hanya tanggung jawab kabupaten. Tapi juga tanggung jawab provinsi dan pusat. Kami daerah tidak mampu menangani masalah banjir ini sendirian. Karena banjir ini dampak dari sungai besar dan menjadi tanggung jawab semua lembaga. Termasuk kehutanan harus sama-sama,” katanya.

Wabup menyebut, banjir merupakan bencana tahunan. Karena itu, harus dianalisis faktor dan penyebab terjadinya banjir.

Bukan hanya banjir di Dringu, namun juga di semua daerah. Sebab, banjir di Dringu hanya dampak saja. Saat daerah atas hujan, maka Dringu akan rawan banjir.

PENUH LUMPUR: Wabup Probolinggo Timbul Prihanjoko meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Dringu, Kecamatan Dringu, Senin (1/3). Tampak, seorang warga membersihkan material lumpur yang terbawa banjir. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

”Banyak faktor yang menyebabkan bencana banjir ini terjadi. Mungkin ada pengalihan fungsi lahan oleh masyarakat. Semua itu butuh analisis mendalam dan harus ada kajiannya,” terangnya.

Dilanjutkan Wabup, pemkab sengaja datang ke lokasi banjir di Dringu untuk memastikan apa penyebab terjadinya banjir. Juga melihat kondisi masyarakat yang terdampak banjir. Sejauh ini menurutnya, sudah disiapkan bantuan makanan untuk warga terdampak banjir.

”Kalau masih ada satu dua warga yang tidak terlayani karena sifatnya mendadak, memang harus dimaklumi. Tapi intinya ingin semua terlayani dengan baik,” katanya.

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menjelaskan, banjir susulan di Kecamatan Dringu membuat ribuan rumah di dua desa terendam. Yaitu Desa Dringu dan Kedungdalem.

”Di Desa Kedungdalem ada 118 KK terdampak dan di Desa Dringu ada 1.650 KK yang terdampak banjir susulan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (1/3).

Tutug pun mengimbau masyarakat lebih waspada karena menurut BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan masih terjadi dalam tiga hari ke depan. Karena itu, warga harus lebih siaga saat terjadi hujan deras.

”Warga terdampak banjir belum sampai perlu dievakuasi secara menyeluruh. Warga masih bisa bertahan di rumahnya masing-masing atau mengungsi sementara di rumah saudaranya,” terangnya. (mas/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Banjir susulan terjadi di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Minggu (28/2) malam. Banjir mencapai 1 meter dan membuat ribuan kepala keluarga (KK) kembali terdampak.

Total ada 1.768 KK yang terdampak banjir di dua desa. Yaitu di Desa Kedungdalem dan Dringu. Material lumpur pun kembali terbawa banjir ke permukiman. Sehingga membuat warga yang terdampak kewalahan membersihkan lumpur.

Pemkab Probolinggo bahkan mengaku tak sanggup mengatasi sendiri bencana banjir tersebut. Wabup Probolinggo Timbul Prihanjoko saat mendatangi korban banjir kemarin (1/3) menyebut, bencana banjir bukan hanya tanggung jawab Pemkab Probolinggo, namun juga tanggung jawab pemerintah provinsi dan pusat.

Mobile_AP_Half Page

”Ini bukan hanya tanggung jawab kabupaten. Tapi juga tanggung jawab provinsi dan pusat. Kami daerah tidak mampu menangani masalah banjir ini sendirian. Karena banjir ini dampak dari sungai besar dan menjadi tanggung jawab semua lembaga. Termasuk kehutanan harus sama-sama,” katanya.

Wabup menyebut, banjir merupakan bencana tahunan. Karena itu, harus dianalisis faktor dan penyebab terjadinya banjir.

Bukan hanya banjir di Dringu, namun juga di semua daerah. Sebab, banjir di Dringu hanya dampak saja. Saat daerah atas hujan, maka Dringu akan rawan banjir.

PENUH LUMPUR: Wabup Probolinggo Timbul Prihanjoko meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Dringu, Kecamatan Dringu, Senin (1/3). Tampak, seorang warga membersihkan material lumpur yang terbawa banjir. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

”Banyak faktor yang menyebabkan bencana banjir ini terjadi. Mungkin ada pengalihan fungsi lahan oleh masyarakat. Semua itu butuh analisis mendalam dan harus ada kajiannya,” terangnya.

Dilanjutkan Wabup, pemkab sengaja datang ke lokasi banjir di Dringu untuk memastikan apa penyebab terjadinya banjir. Juga melihat kondisi masyarakat yang terdampak banjir. Sejauh ini menurutnya, sudah disiapkan bantuan makanan untuk warga terdampak banjir.

”Kalau masih ada satu dua warga yang tidak terlayani karena sifatnya mendadak, memang harus dimaklumi. Tapi intinya ingin semua terlayani dengan baik,” katanya.

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menjelaskan, banjir susulan di Kecamatan Dringu membuat ribuan rumah di dua desa terendam. Yaitu Desa Dringu dan Kedungdalem.

”Di Desa Kedungdalem ada 118 KK terdampak dan di Desa Dringu ada 1.650 KK yang terdampak banjir susulan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (1/3).

Tutug pun mengimbau masyarakat lebih waspada karena menurut BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan masih terjadi dalam tiga hari ke depan. Karena itu, warga harus lebih siaga saat terjadi hujan deras.

”Warga terdampak banjir belum sampai perlu dievakuasi secara menyeluruh. Warga masih bisa bertahan di rumahnya masing-masing atau mengungsi sementara di rumah saudaranya,” terangnya. (mas/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2