alexametrics
29C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ada Kabar Truk Dibegal di JLU, Ini Kata Polisi

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN,Radar Bromo – Adanya informasi terjadinya pembegalan terhadap sopir truk di Jalan Lingkar Utara (JLU) Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tak masuk kepolisian. Bahkan, sejumlah warga juga menyebutkan tidak ada kejadian seperti disampaikan netizen di media sosial.

Polsek Mayangan, Polres Probolinggo Kota, sampai Senin (1/3) memastikan, juga tidak ada pengaduan dari masyarakat terkait kasus begal truk di JLU.

“Saya sudah menanyakan kepada petugas yang piket, tidak ada laporan pengaduan dari masyarakat terkait begal truk. Namun dengan adanya informasi ini, kami akan meningkatkan Kring Serse dan Patroli Bluelight,” ujar Plt Kapolsek Mayangan AKP Suharsono.

Sebelumnya, ada seorang warga yang menginformasikan terjadinya pembegalan di JLU dekat Rusunawa Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Yakni, menimpa sopir truk berpelat DK. Disebutkan si sopir dibegal dan duitnya diambil pelaku.

Jawa Pos Radar Bromo sempat menelusuri informasi ini ke lokasi yang disebutkan sebagai tempat terjadinya pembegalan terhadap pengemudi truk. Namun sejumlah warga menyatakan kejadian tersebut tidak ada.

“Kalau kemarin malam tidak. Kalau ada kejadian begitu, pastinya ramai sama orang-orang di sini. Tapi memang kalau malam JLU ini sepi dan agak rawan. Lebih aman kalau polisi sering patroli lewat sini kalau malam,” ujar Herman, 40, warga di sekitar JLU.

Terpisah, Plt Kasubag Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Siswanto mengingatkan warga untuk berhati-hati dalam menyebar kabar melalui media sosial. Sebab, kini Virtual Police dari Mabes Polri sudah resmi beroperasi. Program ini bertujuan menegur akun media sosial yang berpotensi terkena pidana dan menyebarkan hoax.

Siswanto mengatakan, adanya Virtual Police bukan berarti aparat kepolisian mengekang atau membatasi masyarakat untuk bersosial media. Namun paling tidak dapat mengingatkan atau menegur akun media sosial yang berpotensi terkena pidana dan menyebarkan berita bohong.

“Pada intinya adanya Virtual Police untuk melakukan edukasi sebelum terjadinya pidana akibat posting-an, baik gambar atau tulisan dari akun media sosial. Misalnya, atas posting-an itulah ada pihak yang merasa dirugikan dan melapor. Guna menghindari hal demikian, maka melalui Virtual Police, diingatkan,” ujarnya.

Unggahan yang diperingatkan sekadar bersifat pencemaran nama baik hingga ujaran kebencian non SARA, maka ruang mediasi masih terbuka. Namun berbeda jika konten yang diunggah berpontensi menimbulkan konflik dan berbau SARA.

Adanya Virtual Police, juga berfungsi mengurangi hoax di dunia maya. “Diharapkan, dengan adanya Virtual Police, dapat mengurangi hoax atau post truth di dunia maya. Masyarakat dapat terkoreksi apabila membuat suatu tulisan atau gambar yang dapat membuat orang lain tidak berkenan dan untuk menghindari adanya saling lapor,” jelasnya. (put/rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN,Radar Bromo – Adanya informasi terjadinya pembegalan terhadap sopir truk di Jalan Lingkar Utara (JLU) Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tak masuk kepolisian. Bahkan, sejumlah warga juga menyebutkan tidak ada kejadian seperti disampaikan netizen di media sosial.

Polsek Mayangan, Polres Probolinggo Kota, sampai Senin (1/3) memastikan, juga tidak ada pengaduan dari masyarakat terkait kasus begal truk di JLU.

“Saya sudah menanyakan kepada petugas yang piket, tidak ada laporan pengaduan dari masyarakat terkait begal truk. Namun dengan adanya informasi ini, kami akan meningkatkan Kring Serse dan Patroli Bluelight,” ujar Plt Kapolsek Mayangan AKP Suharsono.

Mobile_AP_Half Page

Sebelumnya, ada seorang warga yang menginformasikan terjadinya pembegalan di JLU dekat Rusunawa Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Yakni, menimpa sopir truk berpelat DK. Disebutkan si sopir dibegal dan duitnya diambil pelaku.

Jawa Pos Radar Bromo sempat menelusuri informasi ini ke lokasi yang disebutkan sebagai tempat terjadinya pembegalan terhadap pengemudi truk. Namun sejumlah warga menyatakan kejadian tersebut tidak ada.

“Kalau kemarin malam tidak. Kalau ada kejadian begitu, pastinya ramai sama orang-orang di sini. Tapi memang kalau malam JLU ini sepi dan agak rawan. Lebih aman kalau polisi sering patroli lewat sini kalau malam,” ujar Herman, 40, warga di sekitar JLU.

Terpisah, Plt Kasubag Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Siswanto mengingatkan warga untuk berhati-hati dalam menyebar kabar melalui media sosial. Sebab, kini Virtual Police dari Mabes Polri sudah resmi beroperasi. Program ini bertujuan menegur akun media sosial yang berpotensi terkena pidana dan menyebarkan hoax.

Siswanto mengatakan, adanya Virtual Police bukan berarti aparat kepolisian mengekang atau membatasi masyarakat untuk bersosial media. Namun paling tidak dapat mengingatkan atau menegur akun media sosial yang berpotensi terkena pidana dan menyebarkan berita bohong.

“Pada intinya adanya Virtual Police untuk melakukan edukasi sebelum terjadinya pidana akibat posting-an, baik gambar atau tulisan dari akun media sosial. Misalnya, atas posting-an itulah ada pihak yang merasa dirugikan dan melapor. Guna menghindari hal demikian, maka melalui Virtual Police, diingatkan,” ujarnya.

Unggahan yang diperingatkan sekadar bersifat pencemaran nama baik hingga ujaran kebencian non SARA, maka ruang mediasi masih terbuka. Namun berbeda jika konten yang diunggah berpontensi menimbulkan konflik dan berbau SARA.

Adanya Virtual Police, juga berfungsi mengurangi hoax di dunia maya. “Diharapkan, dengan adanya Virtual Police, dapat mengurangi hoax atau post truth di dunia maya. Masyarakat dapat terkoreksi apabila membuat suatu tulisan atau gambar yang dapat membuat orang lain tidak berkenan dan untuk menghindari adanya saling lapor,” jelasnya. (put/rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2