alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Diterpa Hujan-Angin, Dapur Warga Kebonsari Wetan Ambruk

KANIGARAN, Radar Bromo – Hujan deras disertai angin kencang di Kota Probolinggo, Senin (31/1) sore, menjadi petaka. Dapur Sumila Heni, warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, ambruk.

Sumila mengatakan, bangunan dapurnya memang sudah rapuh. Tapi, selama ini masih digunakan untuk menjalankan usahanya dalam berjualan kerupuk. Dapur yang terbuat dari bambu ini dijadikan tempat menggoreng kerupuk.

“Memang bangunannya sudah rapuh. Rumah ini sudah lama tidak ditempati. Tapi, saya punya usaha jualan kerupuk, maka saya gunakan sebagai tempat menggoreng kerupuk,” ujarnya, Selasa (1/2).

Senin (31/1) sore, terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Dapur ini pun ambruk. Syukur saat itu tidak ada orang di bawahnya. Sehingga tidak sampai memakan korban jiwa. Biasanya, korban menggoreng kerupuk di dapur ini ketika pagi. Antara pukul 05.00-06.00.

“Memang sudah reot dan bangunan tua. Ndak ada korban jiwa. Memang mau digunakan untuk menggoreng kerupuk, jadi saat ini saya perbaiki,” jelasnya. Bangunan ini tak jauh dari rumah induk korban yang berada di samping barat.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetio meminta warga tetap waspada. Terutama bila terjadi hujan lebat disertai angin. “Jika hujan, kami imbau masyarakat tidak berada di bawah pohon atau bangunan tua untuk menghindari peristiwa yang tak diinginkan,” ujarnya. (rpd/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Hujan deras disertai angin kencang di Kota Probolinggo, Senin (31/1) sore, menjadi petaka. Dapur Sumila Heni, warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, ambruk.

Sumila mengatakan, bangunan dapurnya memang sudah rapuh. Tapi, selama ini masih digunakan untuk menjalankan usahanya dalam berjualan kerupuk. Dapur yang terbuat dari bambu ini dijadikan tempat menggoreng kerupuk.

“Memang bangunannya sudah rapuh. Rumah ini sudah lama tidak ditempati. Tapi, saya punya usaha jualan kerupuk, maka saya gunakan sebagai tempat menggoreng kerupuk,” ujarnya, Selasa (1/2).

Senin (31/1) sore, terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Dapur ini pun ambruk. Syukur saat itu tidak ada orang di bawahnya. Sehingga tidak sampai memakan korban jiwa. Biasanya, korban menggoreng kerupuk di dapur ini ketika pagi. Antara pukul 05.00-06.00.

“Memang sudah reot dan bangunan tua. Ndak ada korban jiwa. Memang mau digunakan untuk menggoreng kerupuk, jadi saat ini saya perbaiki,” jelasnya. Bangunan ini tak jauh dari rumah induk korban yang berada di samping barat.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetio meminta warga tetap waspada. Terutama bila terjadi hujan lebat disertai angin. “Jika hujan, kami imbau masyarakat tidak berada di bawah pohon atau bangunan tua untuk menghindari peristiwa yang tak diinginkan,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/