alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Banyak Pohon Randu Ditebang di Lumbang, Peternak Lebah: Kualitas Madu Turun

LUMBANG, Radar Bromo – Peternak lebah di Lumbang, Kabupaten Probolinggo, juga mengeluhkan banyaknya pohon randu yang ditebang. Akibatnya, kualitas madu pohon randu pun menurun.

Supendi, 40, peternak lebah asal Desa Wonogoro, Kecamatan Lumbang, menjelaskan, madu pohon randu menjadi primadona di Jawa Timur. Kondisi itu menjadi peluang bagi peternak lebah di Lumbang.

Sayangnya, pohon randu di sejumlah hutan yang ada di Lumbang terus berkurang jumlahnya. Lebah pun kesulitan mencari bunga pohon randu. Sehingga membuat kualitas madu randu turun.

Musim Hujan Lebih Panjang, Peternak Lebah di Lumbang Merugi

“Jadi randu di hutan yang ada di sekitar Lumbang, mulai ditebangi. Saya tidak tahu apakah yang melakukannya pemerintah atau ilegal. Namun, hal itu sangat disayangkan,” terangnya.

Saat ini, menurutnya, hasil madu randu lebih encer dibandingkan sebelumnya. “Kalau mau mempertahankan kualitas, maka saya butuh waktu lebih lama untuk panen. Sekitar  12-15 hari. Itu juga hasilnya tidak terlalu banyak lantaran minimya pohon randu,” tuturnya.

LUMBANG, Radar Bromo – Peternak lebah di Lumbang, Kabupaten Probolinggo, juga mengeluhkan banyaknya pohon randu yang ditebang. Akibatnya, kualitas madu pohon randu pun menurun.

Supendi, 40, peternak lebah asal Desa Wonogoro, Kecamatan Lumbang, menjelaskan, madu pohon randu menjadi primadona di Jawa Timur. Kondisi itu menjadi peluang bagi peternak lebah di Lumbang.

Sayangnya, pohon randu di sejumlah hutan yang ada di Lumbang terus berkurang jumlahnya. Lebah pun kesulitan mencari bunga pohon randu. Sehingga membuat kualitas madu randu turun.

Musim Hujan Lebih Panjang, Peternak Lebah di Lumbang Merugi

“Jadi randu di hutan yang ada di sekitar Lumbang, mulai ditebangi. Saya tidak tahu apakah yang melakukannya pemerintah atau ilegal. Namun, hal itu sangat disayangkan,” terangnya.

Saat ini, menurutnya, hasil madu randu lebih encer dibandingkan sebelumnya. “Kalau mau mempertahankan kualitas, maka saya butuh waktu lebih lama untuk panen. Sekitar  12-15 hari. Itu juga hasilnya tidak terlalu banyak lantaran minimya pohon randu,” tuturnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/