Aktivitas Warga Meningkat, Tapi Belum Semuanya Tertib Protokoler

KANIGARAN, Radar Bromo – Jumlah pasien positif di Kota Probolinggo sampai kini masih fluktuatif. Di sisi lain, aktivitas masyarakat mulai meningkat. Sayangnya, peningkatan itu tidak diiringi dengan kedisiplinan warga dalam penerapan protokol kesehatan.

Ini juga diakui Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin. Menurut dia, masih kerap ditemui ketidaktertiban warga seperti memakai masker dan kerap bergerombol.

“Sekarang ini secara bertahap kami mulai mempersiapkan skema yang sejalan dengan disiapkan pemerintah pusat untuk pemulihan ekonomi. Sekarang juga sudah mulai meningkat aktivitas ekonomi warga dengan keramaian,” ujar Wali Kota, Jumat (31/7).

Di sisi lain, pasien positif di Kota Probolinggo angkanya masih terus bertambah. Bahkan dalam rilis yang dilakukan gugus tugas Kota Probolinggo dalam 2 pekan terakhir pertambahan pasien positif dalam jumlah puluhan orang.

“Kondisinya sekarang pasien positif di Kota Probolinggo terus bertambah dalam jumlah yang tidak sedikit. Perlahan dari zona hijau, menjadi zona kuning dan sekarang oranye. Ini kan karena warga tidak disiplin,” ujar wali kota.

Politisi PKB ini meminta kepada masyarakat untuk beraktivitas tetap dengan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan mengatur jarak dan tidak bergerombol. “Aktivitas ekonomi ini kami gerakkan agar warga tetap bisa memiliki pendapatan. Tapi ayo patuh dengan protokol kesehatan, pakai masker. Salah satu upaya yang kami lakukan termasuk dengan mengizinkan kegiatan keramaian di masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Perizinan itu memang dilunakkan. Supaya roda ekonomi tetap berjalan. “Di sini masyarakat baik pengunjung kegiatan maupun EO harus patuh dengan protokol kesehatan. Jika tidak maka bisa disanksi yaitu dibubarkan,” tambahnya.

Penambahan pasien positif di Kota Probolinggo dalam 1 pekan terakhir meningkat pesat. Berdasarkan data yang dirilis oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo pada tanggal 18 Juli 2020 ada 18 pasien positif baru, dinyatakan sembuh 5 orang total positif mencapai 200 orang. Sedangkan 29 Juli ada 16 pasien positif baru, kemudian sembuh baru 3 orang. Total pasien positif mencapai 216 orang.

“Penambahan pasien positif ini merupakan hasil tracing dari pasien positif sebelumnya. Mereka ini yang disebut dengan transmisi lokal. Jumlahnya cukup banyak,” ujar dr NH Hidayati, Plt Kepala Dinas kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (DKP2KB) Kota Probolinggo kemarin (31/7). (put/fun)