alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Terimbas PMK, Penjualan Hewan Kurban di Probolinggo Turun Separo

BESUK, Radar Bromo–Hari Raya Idul Adha seharusnya jadi momen menguntungkan bagi para peternak. Khususnya sapi,  kambing, dan domba. Namun, wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) membuat para peternak terpukul tahun ini.

Sampai Kamis (30/6), penjualan hewan kurban sangat sepi. Pendapatan para peternak jauh dari harapan. Padahal, dalam kondiri normal, penjualan hewan kurban makin ramai mendekati Idul Adha. Bahkan, hari-hari itu hingga menjelang Idul Adha jadi momen para peternak panen keuntungan.

Di Pasar Hewan Besuk misalnya, penjualan hewan kurban sangat sepi. Bahkan, menurun separo dari tahun lalu. seperti yang dialami Hasyim, seorang pedagang domba dan kambing asal Kecamatan Besuk.

Menurutnya, dia menyiapkan belasan domba dan kurang dari 10 kambing untuk dijual menjelang Idul Adha. Jumlah hewan kurban yang dijual itu sama dengan tahun lalu sebenarnya. Namun, bedanya tahun ini pembeli sangat sepi. Hewan kurbannya bahkan baru laku dua ekor.

“Kulakannya sudah beberapa bulan lalu. Saat ini masih laku dua ekor. Itu pun wedus (domba). Kalau domba kan murah, beda sama kambing,” Kata Hasyim.

Tahun lalu di waktu yang kurang lebih sama, semua hewan kurban Hasyim laku terjual. Bahkan, H-3 Idul Adha dia harus kulakan lagi. Saking ramainya pembeli.

“Biasanya sepekan lagi sudah kembali kulakan. Namun, sampai saat ini sedikit yang laku. Pendapatan saya turun drastis. Rencananya mau saya jual dengan keuntungan kecil saja. Bisa dikatakan rugi kalau dihitung biaya perawatan. Beruntung ternak saya tidak ada yang terserang PMK,” tuturnya.

BESUK, Radar Bromo–Hari Raya Idul Adha seharusnya jadi momen menguntungkan bagi para peternak. Khususnya sapi,  kambing, dan domba. Namun, wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) membuat para peternak terpukul tahun ini.

Sampai Kamis (30/6), penjualan hewan kurban sangat sepi. Pendapatan para peternak jauh dari harapan. Padahal, dalam kondiri normal, penjualan hewan kurban makin ramai mendekati Idul Adha. Bahkan, hari-hari itu hingga menjelang Idul Adha jadi momen para peternak panen keuntungan.

Di Pasar Hewan Besuk misalnya, penjualan hewan kurban sangat sepi. Bahkan, menurun separo dari tahun lalu. seperti yang dialami Hasyim, seorang pedagang domba dan kambing asal Kecamatan Besuk.

Menurutnya, dia menyiapkan belasan domba dan kurang dari 10 kambing untuk dijual menjelang Idul Adha. Jumlah hewan kurban yang dijual itu sama dengan tahun lalu sebenarnya. Namun, bedanya tahun ini pembeli sangat sepi. Hewan kurbannya bahkan baru laku dua ekor.

“Kulakannya sudah beberapa bulan lalu. Saat ini masih laku dua ekor. Itu pun wedus (domba). Kalau domba kan murah, beda sama kambing,” Kata Hasyim.

Tahun lalu di waktu yang kurang lebih sama, semua hewan kurban Hasyim laku terjual. Bahkan, H-3 Idul Adha dia harus kulakan lagi. Saking ramainya pembeli.

“Biasanya sepekan lagi sudah kembali kulakan. Namun, sampai saat ini sedikit yang laku. Pendapatan saya turun drastis. Rencananya mau saya jual dengan keuntungan kecil saja. Bisa dikatakan rugi kalau dihitung biaya perawatan. Beruntung ternak saya tidak ada yang terserang PMK,” tuturnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/