alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Rp 7,2 M untuk Rehab 22 Sekolah Dasar, Termasuk SDN Plaosan III

KRAKSAAN, Radar Bromo – Ada banyak sekolah di Kabupaten Probolinggo yang membutuhkan perbaikan. Tahun ini Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo berencana merehab 22 Sekolah Dasar (SD). Tidak tanggung-tanggung sebesar Rp 7,2 miliar disiapkan untuk merealisasikan rencana tersebut.

Puluhan SD yang akan direhab telah mengalami kerusakan yang dapat mengganggu kenyamanan aktivitas belajar mengajar. Realisasi pembangunan nantinya akan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Miliaran anggaran tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk merehab perbaikan ruang kelas.

“Kami sudah menganggarkan perbaikan untuk 22 SD. Tidak termasuk SD yang rusak karena bencana. Pelaksanaanya nanti menggunakan APBN ada sekitar Rp 7,2 miliar,” ujar Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Sri Agus Indaryati.

Tidak hanya fokus pada rehab ruang kelas yang dianggap kurang layak, perbaikan juga akan dilakukan menyesuaikan kebutuhan sekolah yang sebelumnya sudah didata. Fasilitas pendukung tersebut merupakan satu kesatuan dengan lingkungan sekolah yang mampu menciptakan kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar.

Hujan Lebat di Krucil Rusakkan SDN Plaosan, Fondasi Ambrol

“Beberapa sekolah tingkat kebutuhannya tidak sama. Mulai dari merehab perpustakaan, toilet, dan UKS. Begitupun dengan anggarannya juga menyesuaikan kebutuhan,” ungkapnya.

Lanjutnya, meskipun anggaran yang telah disediakan diperuntukkan perbaikan 22 SD, pihaknya menegaskan jika tidak menutup kemungkinan akan memperbaiki sekolah-sekolah lainnya. Dengan pertimbangan bahwa sekolah tersebut memang betul-betul memerlukan perbaikan. Termasuk bangunan sekolah terdampak bencana alam. Sehingga realisasi pembangunan bisa dapat segera dilakukan.

“SDN Plaosan III tidak masuk dalam anggaran rehab. Tetapi karena ada bencana, maka kami buatkan nota dinas ke Bupati untuk dilakukan perbaikan. Tetapi masih ada beberapa yang perlu dilengkapi,” tuturnya.

Saat ini progres rencana rehab 22 SD tersebut masih dalam proses lelang. Sehingga setelah diketahui pemenang lelang maka proses pengerjaan akan segera dilakukan. Agar aktivitas belajar mengajar lebih nyaman.

“Realisasinya masih belum tahu kapan pastinya. Lebih cepat lebih baik,” beber dia. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Ada banyak sekolah di Kabupaten Probolinggo yang membutuhkan perbaikan. Tahun ini Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo berencana merehab 22 Sekolah Dasar (SD). Tidak tanggung-tanggung sebesar Rp 7,2 miliar disiapkan untuk merealisasikan rencana tersebut.

Puluhan SD yang akan direhab telah mengalami kerusakan yang dapat mengganggu kenyamanan aktivitas belajar mengajar. Realisasi pembangunan nantinya akan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Miliaran anggaran tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk merehab perbaikan ruang kelas.

“Kami sudah menganggarkan perbaikan untuk 22 SD. Tidak termasuk SD yang rusak karena bencana. Pelaksanaanya nanti menggunakan APBN ada sekitar Rp 7,2 miliar,” ujar Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Sri Agus Indaryati.

Tidak hanya fokus pada rehab ruang kelas yang dianggap kurang layak, perbaikan juga akan dilakukan menyesuaikan kebutuhan sekolah yang sebelumnya sudah didata. Fasilitas pendukung tersebut merupakan satu kesatuan dengan lingkungan sekolah yang mampu menciptakan kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar.

Hujan Lebat di Krucil Rusakkan SDN Plaosan, Fondasi Ambrol

“Beberapa sekolah tingkat kebutuhannya tidak sama. Mulai dari merehab perpustakaan, toilet, dan UKS. Begitupun dengan anggarannya juga menyesuaikan kebutuhan,” ungkapnya.

Lanjutnya, meskipun anggaran yang telah disediakan diperuntukkan perbaikan 22 SD, pihaknya menegaskan jika tidak menutup kemungkinan akan memperbaiki sekolah-sekolah lainnya. Dengan pertimbangan bahwa sekolah tersebut memang betul-betul memerlukan perbaikan. Termasuk bangunan sekolah terdampak bencana alam. Sehingga realisasi pembangunan bisa dapat segera dilakukan.

“SDN Plaosan III tidak masuk dalam anggaran rehab. Tetapi karena ada bencana, maka kami buatkan nota dinas ke Bupati untuk dilakukan perbaikan. Tetapi masih ada beberapa yang perlu dilengkapi,” tuturnya.

Saat ini progres rencana rehab 22 SD tersebut masih dalam proses lelang. Sehingga setelah diketahui pemenang lelang maka proses pengerjaan akan segera dilakukan. Agar aktivitas belajar mengajar lebih nyaman.

“Realisasinya masih belum tahu kapan pastinya. Lebih cepat lebih baik,” beber dia. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/