alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Daop 9: Stasiun Bayeman Harus Lengkapi Fasilitas Dulu

TONGAS, Radar Bromo – Upaya menjadikan Stasiun Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, sebagai stasiun transit, mulai ada titik terang. Untuk mewujudkannya, Pemkab Probolinggo diminta melengkapi fasilitas dan sarana prasarana Stasiun Bayeman.

Dengan fasilitas dan sarana prasarana lengkap, kemudian bisa diajukan ke Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Yakni, untuk memastikan Stasiun Bayeman sudah memenuhi standar pelayanan minimum atau belum.

Pelakhar Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Radhitya Mardika mengaku rapat koordinasi (rakor) dengan Dishub Kabupaten Probolinggo. Intinya, Daop 9 Jember mendukung rencana Pemkab Probolinggo. Karenanya, pihaknya meminta pemkab melengkapi fasilitas dan sarana prasarana Stasiun Bayeman.

“Kami siap mendukung jika pemkab berencana menjadikan Stasiun Bayeman menjadi stasiun transit atau naik turunkan penumpang. Tapi, ada beberapa catatan yang perlu dilakukan pemkab lebih dulu,” katanya.

Stasiun Bayeman, kata Radhitya, belum memiliki ruang tunggu penumpang. Ini juga perlu disediakan. Begitu juga dengan sarana prasarana lainnya, seperti toilet dan loket tiket.

“Untuk menjadikan Stasiun Bayeman menjadi stasiun yang melayani naik turun penumpang, harus ada verifikasi SMP (standar pelayanan minimum) dari Dirjen. Salah satu yang harus dibenahi atau disiapkan sebelum penilaian SPM, pembangunan fasilitas dan sarprasnya,” jelasnya.

Kabid LLAJ Dishub Kabupaten Probolinggo Bambang Singgih Hartadi mengaku sudah menerima catatan-catatan dari Daop 9 terkait Stasiun Bayeman. Memang perlu adanya pembangunan fasilitas dan sarana prasarana. “Kami perlu koordinasikan dengan Bappeda. Supaya bisa segera direncanakan dan dibuatkan kajian soal pembangunan fasilitas dan sarpras Stasiun Bayeman,” ujarnya. (mas/rud)

TONGAS, Radar Bromo – Upaya menjadikan Stasiun Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, sebagai stasiun transit, mulai ada titik terang. Untuk mewujudkannya, Pemkab Probolinggo diminta melengkapi fasilitas dan sarana prasarana Stasiun Bayeman.

Dengan fasilitas dan sarana prasarana lengkap, kemudian bisa diajukan ke Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Yakni, untuk memastikan Stasiun Bayeman sudah memenuhi standar pelayanan minimum atau belum.

Pelakhar Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Radhitya Mardika mengaku rapat koordinasi (rakor) dengan Dishub Kabupaten Probolinggo. Intinya, Daop 9 Jember mendukung rencana Pemkab Probolinggo. Karenanya, pihaknya meminta pemkab melengkapi fasilitas dan sarana prasarana Stasiun Bayeman.

“Kami siap mendukung jika pemkab berencana menjadikan Stasiun Bayeman menjadi stasiun transit atau naik turunkan penumpang. Tapi, ada beberapa catatan yang perlu dilakukan pemkab lebih dulu,” katanya.

Stasiun Bayeman, kata Radhitya, belum memiliki ruang tunggu penumpang. Ini juga perlu disediakan. Begitu juga dengan sarana prasarana lainnya, seperti toilet dan loket tiket.

“Untuk menjadikan Stasiun Bayeman menjadi stasiun yang melayani naik turun penumpang, harus ada verifikasi SMP (standar pelayanan minimum) dari Dirjen. Salah satu yang harus dibenahi atau disiapkan sebelum penilaian SPM, pembangunan fasilitas dan sarprasnya,” jelasnya.

Kabid LLAJ Dishub Kabupaten Probolinggo Bambang Singgih Hartadi mengaku sudah menerima catatan-catatan dari Daop 9 terkait Stasiun Bayeman. Memang perlu adanya pembangunan fasilitas dan sarana prasarana. “Kami perlu koordinasikan dengan Bappeda. Supaya bisa segera direncanakan dan dibuatkan kajian soal pembangunan fasilitas dan sarpras Stasiun Bayeman,” ujarnya. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/