alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

14 ASN di Lima OPD Pemkab Probolinggo Positif Covid

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo terus melakukan tracing kepada pasien klaster perkantoran. Hingga kini ada 14 pasien berasal dari lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjalani isolasi, karena terkonfirmasi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Dewi Vironica mengatakan, hingga kini pihaknya terus melakukan tracing kepada kontak erat pasien. Tidak hanya pasien dari masyarakat umum, tapi juga staf atau pegawai OPD yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Tracing kami lakukan saat ada staf yang terkonfirmasi positif. Sampai Rabu hari ini (30/6), ada 14 pasien dari lima OPD positif Covid-19,” ujarnya.

Awalnya, menurut dia, ada seorang ASN yang positif. Satgas kemudian melakukan tracing di OPD. Seluruh pegawai dites PCR. Dan begitu, terkonfirmasi langsung diisolasi.

Dari hasil tracing diduga kuat, ASN positif ini mulanya tertular keluarga. Sehingga, keluarga pasien turut diperiksa. Saat terkonfirmasi positif Covid-19, perlakuan sama akan diberikan kepadanya.

Saat berada di rumah isolasi pemantauan dan pemeriksaan secara berkala dilakukan untuk memastikan kesehatan pasien. Sehingga upaya yang dilakukan dapat memulihkan kembali pasien. “Tentunya kami akan langsung lakukan isolasi saat terkonfirmasi positif. Kami pantau sampai pulih,” bebernya.

Menurut Dewi, OPD yang staf atau pegawainya terkonfirmasi positif tidak lockdown. Sebab, layanan kepada masyarakat tetap harus dilakukan. Namun, pegawai yang masuk kantor dibatasi untuk meminimalisasi potensi penularan yang dapat terjadi.

“Pemberlakuan WFH dan WFO tetap dilakukan untuk menekan penyebaran. Itu kebijakan OPD agar kesehatan staf atau pegawainya dapat terjaga,” kata Dewi. (ar/hn)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo terus melakukan tracing kepada pasien klaster perkantoran. Hingga kini ada 14 pasien berasal dari lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjalani isolasi, karena terkonfirmasi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Dewi Vironica mengatakan, hingga kini pihaknya terus melakukan tracing kepada kontak erat pasien. Tidak hanya pasien dari masyarakat umum, tapi juga staf atau pegawai OPD yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Tracing kami lakukan saat ada staf yang terkonfirmasi positif. Sampai Rabu hari ini (30/6), ada 14 pasien dari lima OPD positif Covid-19,” ujarnya.

Awalnya, menurut dia, ada seorang ASN yang positif. Satgas kemudian melakukan tracing di OPD. Seluruh pegawai dites PCR. Dan begitu, terkonfirmasi langsung diisolasi.

Dari hasil tracing diduga kuat, ASN positif ini mulanya tertular keluarga. Sehingga, keluarga pasien turut diperiksa. Saat terkonfirmasi positif Covid-19, perlakuan sama akan diberikan kepadanya.

Saat berada di rumah isolasi pemantauan dan pemeriksaan secara berkala dilakukan untuk memastikan kesehatan pasien. Sehingga upaya yang dilakukan dapat memulihkan kembali pasien. “Tentunya kami akan langsung lakukan isolasi saat terkonfirmasi positif. Kami pantau sampai pulih,” bebernya.

Menurut Dewi, OPD yang staf atau pegawainya terkonfirmasi positif tidak lockdown. Sebab, layanan kepada masyarakat tetap harus dilakukan. Namun, pegawai yang masuk kantor dibatasi untuk meminimalisasi potensi penularan yang dapat terjadi.

“Pemberlakuan WFH dan WFO tetap dilakukan untuk menekan penyebaran. Itu kebijakan OPD agar kesehatan staf atau pegawainya dapat terjaga,” kata Dewi. (ar/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/