Siswa Kabupaten Dijatah 10 Persen di Sekolah Negeri Kota Probolinggo Ini

MAYANGAN, Radar Bromo – Siswa asal Kabupaten Probolinggo tetap memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan di Kota Probolinggo. Namun, kuotanya hanya 10 persen dari pagu sekolah. Serta, hanya boleh memilih sekolah yang telah ditetapkan Pemkot Probolinggo.

“Pemkot ada MoU dengan Kabupaten Probolinggo terkait siswa kabupaten yang bersekolah di Kota Probolinggo. Jadi, setiap tahun memang ada kuota 10 persen bagi warga di dekat batas kota,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Budi Wahyu Rianto.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 53/2020 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun Ajaran 2020/2021. Di sana, disebutkan kuota siswa kabupaten sebesar 10 persen dari pagu sekolah. Serta, tidak semua sekolah memiliki pagu untuk siswa kabupaten. “Sekolah yang bisa menerima siswa dari kabupaten ini yang berada di dekat batas kota serta tercantum dalam Perwali,” jelasnya.

Dalam perwali tersebut juga disebutkan, kuota 10 persen ini termasuk kuota jalur zonasi. Jika SDN negeri kuota jalur zonasi 90 persen, maka 10 persen di antaranya untuk siswa asal Kabupaten Probolinggo. Sedangkan, untuk SMP dengan kuota jalur zonasi 60 persen, maka 10 persen di antaranya untuk siswa asal kabupaten. “Sekolah yang bisa menerima siswa kabupaten ini yang berada di dekat batas kota serta tercantum dalam Perwali,” ujar Budi.

Ada 22 SDN dan 5 SMPN yang diperbolehkan menerima siswa dari Kabupaten Probolinggo. “Untuk pagu siswa kabupaten ini pendaftarannya tidak bisa online, tapi harus manual. Ada kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi siswa karena data siswa sebelumnya tidak ada di Kota Probolinggo,” ujar Budi. (put/rud)