alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Antisipasi Serangan Teroris, Penjagaan Polresta Diperketat

MAYANGAN, Radar Bromo – Penjagaan di Mapolres Probolinggo Kota (Mapolresta), semakin ketat. Begitu pula di Mapolsek. Anggota yang ngepos di pos-pos pengamanan, diminta lebih waspada. Langkah ini sebagai bentuk antisipasi terhadap serangan teroris.

Terlebih, anggota kepolisian menjadi salah satu sasaran aksi. Karenanya, setiap warga yang datang ke Mapolresta, harus menjalani pemeriksaan. Termasuk keluarga tahanan yang hendak menjenguk anggota keluarganya yang ditahan. Sebelum masuk Mapolresta, semua barang bawaannya diperiksa.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP R.M Jauhari mengatakan, menyikapi adanya aksi terorisme, Polri menginstruksikan untuk memperketat Mapolresta. Sebab, anggota Polri masuk dalam sasaran terorisme.

“Pasca penangkapan 22 tersangka di Jatim yang dibawa ke Jakarta, itu kami diperintahkan memperketat penjagaan Mako. Sebab, kami juga masuk dalam sasaran mereka (teroris),” ujarnya, Selasa (30/3).

Beragam upaya dilakukan untuk memperketat penjagaan. Anggota yang bertugas berjaga dibelaki senjata laras panjang dan laras pendek. “Upaya ini untuk meminimalisasi adanya penyerangan dan lainnya,” katanya.

Polresta juga memaksimalkan adanya bangunan baru yang diperuntukkan untuk Propam. Dari gedung yang tepat menghadap ke arah pos depan pintu masuk itu, anggota juga bisa melakukan pengawasan. “Bangunan baru itu juga ada petugasnya,” ujar Jauhari.

Ia memastikan, tindakan serupa dilakukan di mapolsek jajaran. Termasuk anggota yang bertugas di pos patroli. Mereka yang berada di lapangan diminta lebih waspada. “Tidak hanya di Mapolres dan Mapolsek, petugas yang pam (melakukan pengamanan) kami instruksikan meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Penjagaan di Mapolres Probolinggo Kota (Mapolresta), semakin ketat. Begitu pula di Mapolsek. Anggota yang ngepos di pos-pos pengamanan, diminta lebih waspada. Langkah ini sebagai bentuk antisipasi terhadap serangan teroris.

Terlebih, anggota kepolisian menjadi salah satu sasaran aksi. Karenanya, setiap warga yang datang ke Mapolresta, harus menjalani pemeriksaan. Termasuk keluarga tahanan yang hendak menjenguk anggota keluarganya yang ditahan. Sebelum masuk Mapolresta, semua barang bawaannya diperiksa.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP R.M Jauhari mengatakan, menyikapi adanya aksi terorisme, Polri menginstruksikan untuk memperketat Mapolresta. Sebab, anggota Polri masuk dalam sasaran terorisme.

“Pasca penangkapan 22 tersangka di Jatim yang dibawa ke Jakarta, itu kami diperintahkan memperketat penjagaan Mako. Sebab, kami juga masuk dalam sasaran mereka (teroris),” ujarnya, Selasa (30/3).

Beragam upaya dilakukan untuk memperketat penjagaan. Anggota yang bertugas berjaga dibelaki senjata laras panjang dan laras pendek. “Upaya ini untuk meminimalisasi adanya penyerangan dan lainnya,” katanya.

Polresta juga memaksimalkan adanya bangunan baru yang diperuntukkan untuk Propam. Dari gedung yang tepat menghadap ke arah pos depan pintu masuk itu, anggota juga bisa melakukan pengawasan. “Bangunan baru itu juga ada petugasnya,” ujar Jauhari.

Ia memastikan, tindakan serupa dilakukan di mapolsek jajaran. Termasuk anggota yang bertugas di pos patroli. Mereka yang berada di lapangan diminta lebih waspada. “Tidak hanya di Mapolres dan Mapolsek, petugas yang pam (melakukan pengamanan) kami instruksikan meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/