alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Target Retribusi Aset Olahraga di Kota Probolinggo Merosot

MAYANGAN, Radar Bromo – Pemkot Probolinggo menurunkan target retribusi dari aset olahraga. Tahun ini, sektor ini hanya diproyeksi menyumbang pendapatan Rp 680 juta. Ini ditargetkan dari empat aset olahraga.

Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Probolinggo Fadjar Poernomo mengatakan, target retribusi aset olahraga tahun ini lebih kecil dari tahun lalu. Pasalnya, salah satu aset pemkot berupa GOR Ahmad Yani tidak ditarget retribusi.

Alasannya, tahun ini GOR Ahmad Yani digunakan untuk Mal Pelayanan Publik (MPP). Sebab, MPP di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, sedang direnovasi. Sehingga pelayanan bagi masyarakat dialihkan ke GOR Ahmad Yani.

“Kalau tahun lalu retribusi aset olahraga ditarget Rp 747 juta. Realisasinya sampai Desember sekitar Rp 157 juta. Tahun ini diturunkan, karena GOR Ahmad Yani dialihfungsikan,” ujarnya.

Fadjar menjelaskan, retribusi ini berasal dari tiket masuk GOR sebesar Rp 5.000 per orang dan sewa untuk kolam renang Rp 8.000 per jam. Realisasi tahun lalu memang jauh dari target, karena aset olahraga terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Karenanya, pihaknya optimistis target tahun ini bisa terpenuhi. Asalkan, kegiatan masyarakat berjalan normal dan tidak ada PPKM ketat seperti tahun lalu. Sebab, selama ini setiap akhir pekan aset tersebut selalu ramai pengunjung.

“Tahun lalu yang tercapai 100 persen stadion, karena disewa PSSI. Semoga tahun ini semua berjalan normal, sehingga bisa terserap maksimal,” ujar Fadjar. (riz/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Pemkot Probolinggo menurunkan target retribusi dari aset olahraga. Tahun ini, sektor ini hanya diproyeksi menyumbang pendapatan Rp 680 juta. Ini ditargetkan dari empat aset olahraga.

Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Probolinggo Fadjar Poernomo mengatakan, target retribusi aset olahraga tahun ini lebih kecil dari tahun lalu. Pasalnya, salah satu aset pemkot berupa GOR Ahmad Yani tidak ditarget retribusi.

Alasannya, tahun ini GOR Ahmad Yani digunakan untuk Mal Pelayanan Publik (MPP). Sebab, MPP di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, sedang direnovasi. Sehingga pelayanan bagi masyarakat dialihkan ke GOR Ahmad Yani.

“Kalau tahun lalu retribusi aset olahraga ditarget Rp 747 juta. Realisasinya sampai Desember sekitar Rp 157 juta. Tahun ini diturunkan, karena GOR Ahmad Yani dialihfungsikan,” ujarnya.

Fadjar menjelaskan, retribusi ini berasal dari tiket masuk GOR sebesar Rp 5.000 per orang dan sewa untuk kolam renang Rp 8.000 per jam. Realisasi tahun lalu memang jauh dari target, karena aset olahraga terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Karenanya, pihaknya optimistis target tahun ini bisa terpenuhi. Asalkan, kegiatan masyarakat berjalan normal dan tidak ada PPKM ketat seperti tahun lalu. Sebab, selama ini setiap akhir pekan aset tersebut selalu ramai pengunjung.

“Tahun lalu yang tercapai 100 persen stadion, karena disewa PSSI. Semoga tahun ini semua berjalan normal, sehingga bisa terserap maksimal,” ujar Fadjar. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/