alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Diduga Dikeroyok usai Lihat Pilkades, Makam Kakek di Leces Dibongkar  

LECES, Radar Bromo-Isak tangis mewarnai pembongkaran makam Mujiono, 57. Usai dikubur 10 hari lalu, makam warga Dusun Karanganyar, Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo itu dibongkar. Jenazahnya diotopsi, Selasa (1/3).

Pembongkaran dilakukan lantaran Mujiono diduga meninggal tak wajar. Ia dilaporkan dikeroyok sejumlah orang usai melihat penghitungan Pemilihan Kepala Desa (pilkades) Clarak, beberapa waktu lalu.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, dugaan penganiayaan itu dialami korban Mujiono, Kamis sore (17/2), pasca penghitungan suara Pilkades Desa Jorongan Kecamatan Leces.

Mujiono yang baru saja selesai melihat penghitungan suara Pilkades Jorongan, berniat pulang. Namun, di jalan ada sejumlah orang tiba-tiba diduga melakukan penganiayaan (pengeroyokan) pada korban yang tiap harinya berjualan kopi di pinggir jalan.

Setelah dianiaya, korban Mujiono pun melanjutkan pulang. Ternyata, korban Mujiono pasca penganiayaan itu mengalami sakit. Hingga akhirnya, Sabtu sore (19/2), bapak dua anak dan 2 cucu itu, meninggal. Sabtu malam itu juga, sekitar pukul 19.00, Mujiono dimakamkan.

”Setelah jadi korban pemukulan, kakak saya sakit tapi tidak dibawa ke rumah sakit. Karena takut korona,” kata Jumawati, 50, adik Mujiono.

Terduga Disebutkan Sempat Jenguk Korban

Sanusi, 60, kakak Mujiono menceritakan, adiknya diduga menjadi korban penganiayaan atau pengeroyokan oleh 5 orang. Saat itu, adiknya ke Desa Jorongan untuk melihat penghitungan suara pilkades. Namun sayang, saat perjalanan pulang mengalami penganiayaan.

LECES, Radar Bromo-Isak tangis mewarnai pembongkaran makam Mujiono, 57. Usai dikubur 10 hari lalu, makam warga Dusun Karanganyar, Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo itu dibongkar. Jenazahnya diotopsi, Selasa (1/3).

Pembongkaran dilakukan lantaran Mujiono diduga meninggal tak wajar. Ia dilaporkan dikeroyok sejumlah orang usai melihat penghitungan Pemilihan Kepala Desa (pilkades) Clarak, beberapa waktu lalu.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, dugaan penganiayaan itu dialami korban Mujiono, Kamis sore (17/2), pasca penghitungan suara Pilkades Desa Jorongan Kecamatan Leces.

Mujiono yang baru saja selesai melihat penghitungan suara Pilkades Jorongan, berniat pulang. Namun, di jalan ada sejumlah orang tiba-tiba diduga melakukan penganiayaan (pengeroyokan) pada korban yang tiap harinya berjualan kopi di pinggir jalan.

Setelah dianiaya, korban Mujiono pun melanjutkan pulang. Ternyata, korban Mujiono pasca penganiayaan itu mengalami sakit. Hingga akhirnya, Sabtu sore (19/2), bapak dua anak dan 2 cucu itu, meninggal. Sabtu malam itu juga, sekitar pukul 19.00, Mujiono dimakamkan.

”Setelah jadi korban pemukulan, kakak saya sakit tapi tidak dibawa ke rumah sakit. Karena takut korona,” kata Jumawati, 50, adik Mujiono.

Terduga Disebutkan Sempat Jenguk Korban

Sanusi, 60, kakak Mujiono menceritakan, adiknya diduga menjadi korban penganiayaan atau pengeroyokan oleh 5 orang. Saat itu, adiknya ke Desa Jorongan untuk melihat penghitungan suara pilkades. Namun sayang, saat perjalanan pulang mengalami penganiayaan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/