alexametrics
32C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Usai Hujan Deras, Tanggul di Dringu Jebol

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Kecamatan Dringu termasuk salah satu daerah paling banyak terendam banjir. Ada tiga desa yang terendam. Mulai Desa Dringu, Desa Kalirejo, dan Desa Kedungdalem.

Di Desa Dringu, banjir yang merendam Dusun Gandean, Ngemplak, Krajan, dan Bandaran disebabkan oleh tanggul jebol di Dusun Gandean, RT 2/ RW I, Desa Dringu.

Sabtu (27/2) malam, tanggul penahan air sungai sepanjang 30 meter itu tidak kuat menahan derasnya arus sungai. Tanggul pun jebol dan air sungai seketika mengalir ke permukiman warga dengan tinggi sekitar 1,2 meter.

Kades Dringu Bukhori menjelaskan, tanggul yang jebol merupakan penahan air yang mengalir di sungai tersebut. Karena itu, menurutnya, tanggul yang jebol sangat mendesak untuk segera diperbaiki.

KERJA BAKTI: Warga bersama petugas kerja bakti membersihkan material tanggul yang jebol di Dusun Gandean RT 2/ RW I, Desa/Kecamatan Dringu, Minggu pagi (28/2). Arif Mashudi/Radar Bromo)

Jika tidak, maka ratusan rumah akan kembali tergenang banjir. Tidak hanya itu, tanggul-tanggul yang lain juga bisa tergerus arus sungai. Sehingga, tanggul yang jebol bisa makin memanjang dan dampaknya makin meluas ke dusun lain.

”Kalau tanggul yang jebol tidak segera diperbaiki, maka tanggul yang lain bisa ikut jebol tergerus arus sungai. Karena debit air sungai itu cukup deras. Sekarang sudah sekitar 30 meter lebih yang jebol. Bisa jadi makin melebar dan makin parah kondisi tanggulnya,” terangnya.

Minggu (28/2), relawan bersama warga, BPBD Kabupaten Probolinggo, TNI/Polri, dan Muspika langsung membersihkan sisa material tanggul yang jebol. Penanganan darurat juga dilakukan dengan memasang sandbag atau karung berisi pasir.

Namun Bukhori menegaskan, dibutuhkan segera penanganan permanen. Seperti pemasangan bronjong dan perbaikan tanggul. ”Kami bersama warga, relawanan, BPBD, TNI/Polri, dan muspika sudah kerja bakti bersih-bersih. Termasuk memasang sandbag sebagai penahan darurat di tepi sungai,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo. (mas/ hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Kecamatan Dringu termasuk salah satu daerah paling banyak terendam banjir. Ada tiga desa yang terendam. Mulai Desa Dringu, Desa Kalirejo, dan Desa Kedungdalem.

Di Desa Dringu, banjir yang merendam Dusun Gandean, Ngemplak, Krajan, dan Bandaran disebabkan oleh tanggul jebol di Dusun Gandean, RT 2/ RW I, Desa Dringu.

Sabtu (27/2) malam, tanggul penahan air sungai sepanjang 30 meter itu tidak kuat menahan derasnya arus sungai. Tanggul pun jebol dan air sungai seketika mengalir ke permukiman warga dengan tinggi sekitar 1,2 meter.

Mobile_AP_Half Page

Kades Dringu Bukhori menjelaskan, tanggul yang jebol merupakan penahan air yang mengalir di sungai tersebut. Karena itu, menurutnya, tanggul yang jebol sangat mendesak untuk segera diperbaiki.

KERJA BAKTI: Warga bersama petugas kerja bakti membersihkan material tanggul yang jebol di Dusun Gandean RT 2/ RW I, Desa/Kecamatan Dringu, Minggu pagi (28/2). Arif Mashudi/Radar Bromo)

Jika tidak, maka ratusan rumah akan kembali tergenang banjir. Tidak hanya itu, tanggul-tanggul yang lain juga bisa tergerus arus sungai. Sehingga, tanggul yang jebol bisa makin memanjang dan dampaknya makin meluas ke dusun lain.

”Kalau tanggul yang jebol tidak segera diperbaiki, maka tanggul yang lain bisa ikut jebol tergerus arus sungai. Karena debit air sungai itu cukup deras. Sekarang sudah sekitar 30 meter lebih yang jebol. Bisa jadi makin melebar dan makin parah kondisi tanggulnya,” terangnya.

Minggu (28/2), relawan bersama warga, BPBD Kabupaten Probolinggo, TNI/Polri, dan Muspika langsung membersihkan sisa material tanggul yang jebol. Penanganan darurat juga dilakukan dengan memasang sandbag atau karung berisi pasir.

Namun Bukhori menegaskan, dibutuhkan segera penanganan permanen. Seperti pemasangan bronjong dan perbaikan tanggul. ”Kami bersama warga, relawanan, BPBD, TNI/Polri, dan muspika sudah kerja bakti bersih-bersih. Termasuk memasang sandbag sebagai penahan darurat di tepi sungai,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo. (mas/ hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2