alexametrics
29C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ini Pemicu Banjir di 4 Kecamatan Kab Probolinggo

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Warga di empat kecamatan Kabupaten Probolinggo tak bisa menikmati akhir pekannya dengan santai. Sebab, rumah mereka terendam banjir.

Banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Probolinggo terjadi karena sejumlah faktor. Kabid Kedaruratan dan Logistik di BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng S. Yoga menjelaskan, banjir tidak hanya disebabkan karena hujan deras. “Ada banyak faktor yang menjadi penyebab banjir di empat kecamatan selama hari Sabtu sampai Minggu,” terangnya.

Di antaranya, intensitas hujan tinggi terjadi hampir di semua wilayah Kabupaten Probolinggo, terutama di wilayah atas. Kemudian, debit air yang mengalir melebihi kapasitas saluran air atau gorong-gorong. Sehingga, air meluber ke jalan serta permukiman warga.

”Kebetulan juga, malam itu kondisi air laut pasang. Sehingga, air tertahan dan tidak mengalir ke laut. Dampaknya, air itu meluap ke permukiman warga,” ungkapnya

Banjir di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, menurutnya, terjadi Minggu dini hari. Karena itu, hari Minggu air belum surut. ”Sementara banjir di wilayah Dringu, Tegaliswalan, dan Leces sudah surut pada Minggu dini hari,” terangnya.

Di sisi lain, banjir yang terjadi Sabtu malam di sejumlah kecamatan langsung direspons Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo. Minggu (28/2), petugas Tagana dan relawan mendirikan dapur umum di kantor Kecamatan Dringu. Sekitar 6.000 nasi bungkus pun disiapkan dan didistribusikan ke warga terdampak banjir.

Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Achmad Arief mengatakan, dapur umum langsung didirikan di kantor Kecamatan Dringu. Tujuannya, untuk membantu warga yang terdampak banjir.

Diperkirakan, ada 3.000 orang yang membutuhkan bantuan makanan. Sehingga, pihaknya Minggu kemarin menyiapkan 6.000 nasi bungkus untuk siang dan malam.

”Untuk besok (Senin, Red) kami akan melihat situasi dan kondisi. Jika dibutuhkan, kami siapkan lagi nasi bungkus untuk warga. Sebab, banyak dapur warga yang belum bisa digunakan untuk memasak,” katanya.

Happy, 30, salah satu warga Desa/Kecamatan Dringu mengaku sangat terbantu dengan nasi bungkus yang diberikan Dinsos. Sebab, sampai Minggu (28/2) siang warga fokus bersih-bersih rumah. Termasuk, bersih-bersih dapur. Banyak peralatan dapur yang penuh lumpur dan tidak bisa digunakan. “Saya dan warga butuh bantuan makanan. Karena kami masih fokus bersih-bersih rumah akibat banjir,” kata Happy.

Selain dapur umum, Minggu sore tiba bantuan untuk warga terdampak banjir dari Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Bantuan itu berupa 50 kid ware, 110 makanan anak siap saji, 500 makanan dewasa siap saji, 40 selimut, dan 300 kasur.

“Bantuan dari Mensos diserahkan langsung oleh staf khusus Kemensos. Bantuan itu untuk warga yang terdampak banjir. Kami akan data untuk penyaluran bantuan tersebut,” katanya. (mas/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Warga di empat kecamatan Kabupaten Probolinggo tak bisa menikmati akhir pekannya dengan santai. Sebab, rumah mereka terendam banjir.

Banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Probolinggo terjadi karena sejumlah faktor. Kabid Kedaruratan dan Logistik di BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng S. Yoga menjelaskan, banjir tidak hanya disebabkan karena hujan deras. “Ada banyak faktor yang menjadi penyebab banjir di empat kecamatan selama hari Sabtu sampai Minggu,” terangnya.

Di antaranya, intensitas hujan tinggi terjadi hampir di semua wilayah Kabupaten Probolinggo, terutama di wilayah atas. Kemudian, debit air yang mengalir melebihi kapasitas saluran air atau gorong-gorong. Sehingga, air meluber ke jalan serta permukiman warga.

Mobile_AP_Half Page

”Kebetulan juga, malam itu kondisi air laut pasang. Sehingga, air tertahan dan tidak mengalir ke laut. Dampaknya, air itu meluap ke permukiman warga,” ungkapnya

Banjir di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, menurutnya, terjadi Minggu dini hari. Karena itu, hari Minggu air belum surut. ”Sementara banjir di wilayah Dringu, Tegaliswalan, dan Leces sudah surut pada Minggu dini hari,” terangnya.

Di sisi lain, banjir yang terjadi Sabtu malam di sejumlah kecamatan langsung direspons Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo. Minggu (28/2), petugas Tagana dan relawan mendirikan dapur umum di kantor Kecamatan Dringu. Sekitar 6.000 nasi bungkus pun disiapkan dan didistribusikan ke warga terdampak banjir.

Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Achmad Arief mengatakan, dapur umum langsung didirikan di kantor Kecamatan Dringu. Tujuannya, untuk membantu warga yang terdampak banjir.

Diperkirakan, ada 3.000 orang yang membutuhkan bantuan makanan. Sehingga, pihaknya Minggu kemarin menyiapkan 6.000 nasi bungkus untuk siang dan malam.

”Untuk besok (Senin, Red) kami akan melihat situasi dan kondisi. Jika dibutuhkan, kami siapkan lagi nasi bungkus untuk warga. Sebab, banyak dapur warga yang belum bisa digunakan untuk memasak,” katanya.

Happy, 30, salah satu warga Desa/Kecamatan Dringu mengaku sangat terbantu dengan nasi bungkus yang diberikan Dinsos. Sebab, sampai Minggu (28/2) siang warga fokus bersih-bersih rumah. Termasuk, bersih-bersih dapur. Banyak peralatan dapur yang penuh lumpur dan tidak bisa digunakan. “Saya dan warga butuh bantuan makanan. Karena kami masih fokus bersih-bersih rumah akibat banjir,” kata Happy.

Selain dapur umum, Minggu sore tiba bantuan untuk warga terdampak banjir dari Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Bantuan itu berupa 50 kid ware, 110 makanan anak siap saji, 500 makanan dewasa siap saji, 40 selimut, dan 300 kasur.

“Bantuan dari Mensos diserahkan langsung oleh staf khusus Kemensos. Bantuan itu untuk warga yang terdampak banjir. Kami akan data untuk penyaluran bantuan tersebut,” katanya. (mas/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2