alexametrics
25C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Turun Tipis, Harga Cabai Rawit di Probolinggo Masih Rp 70 Ribu per Kg

KANIGARAN, Radar Bromo – Harga cabai rawit berangsur turun di sejumlah pasar tradisional Kota Probolinggo. Namun, harganya tetap saja masih tinggi.

Penurunan harga cabai itu di kisaran Rp 5 ribu per kilogram. “Memang harganya sudah turun, tapi masih mahal. Sekarang (kemarin) masih Rp 70 ribu per kg. Senin lalu sampai Rp 80 ribu per kg,” ujar Makrus, 50, pedagang Pasar Baru, Jumat (31/1).

Meski ada penurunan, namun harga cabai saat ini masih di atas harga sebelum ada kenaikan. “Harga ini masih jauh dari normal. Kalau normal, paling ndakya Rp 20-30 ribu per kg,” tambahnya.

Meskipun harga mahal, pembeli dari masyarakat tetap ada. Meskipun untuk pembelian dalam jumlah besar seperti warung makan dikurangi.

“Kalau pembeli rumah tangga tetap ada. Kadang beli 1-2ons. Meskipun beli segitu, tetap harganya juga lumayan. Kalau yang beli dalam jumlah besar biasanya minta cabai rawit hijaunya lebih banyak. Buat campuran, karena tidak terlalu mahal,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ahmadi,40. Pedagang di kelurahan Kanigaran ini mengungkapkan, harga cabai rawit sudah mulai turun.

“Senin minggu kemarin masih Rp 80 ribu per kg, saya beli setengah kilo Rp 40 ribu. Tadi (kemarin), kulakan lagi sudah Rp 70 ribu per kg,” ujarnya.

Ahmadi menjual kembali cabai rawit yang dibeli di Pasar Baru dalam kemasan kecil dengan harga Rp 5000-an. Dengan dijual seperti ini, penjualan cabai rawit lebih cepat karena terlihat lebih terjangkau ke konsumen.

“Tapi karena memang turunnya sedikit, saya belum berani menurunkan harga jual ke konsumen. Takutnya minggu depan sudah naik lagi,” uajrnya.

Dari Data DKUPP, Senin lalu harga cabai rawit mencapai Rp 80 ribu per kg. Kemudian berangsur turun sampai kemarin, Rp 70 ribu per kg. (put/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU