alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Harga Daging Ayam Naik tapi Tak Dirasakan Peternak

KANIGARAN, Radar Bromo – Libur tahun baru, harga daging ayam di pasaran semakin mahal. Termasuk di Kota Probolinggo. Namun, kenaikan harga ini tidak banyak memberikan keuntungan bagi peternak. Karena komponen produksi peternakan seperti pakan juga makin mahal.

“Harga daging ayam saat ini memang cenderung naik, tapi peternak tidak merasakan dampak kenaikan harga daging ayam ini,” ujar Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Peternakan (Dispertahankan) Kota Probolinggo Suryanto.

Menurutnya, banyak peternak yang tidak merasakan kenaikan harga daging karena kenaikan dari hulu di sektor peternakan ayam. Mulai dari harga bibit ayam sampai pakan seperti jagung dan konsentrat naik.

Menurutnya, dalam inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu, juga ditemukan penjual daging ayam menyediakan daging afkiran. Namun, daging itu tetap boleh dijual kepada konsumen. “Daging ayam afkiran itu, ya daging ayam biasa dan sehat, layak dikonsumsi. Tapi, tidak sesuai dengan target pertumbuhan yang ditetapkan peternak,” jelasnya.

Saat ini harga daging ayam potong di Pasar Baru, Kota Probolinggo, mencapai Rp 36 ribu per kilogram. Harga ini dinilai cukup mahal dibandingkan harga saat kondisi normal. “Harganya memang mahal dari pemotong, jadi kami menyesuaikan harganya,” ujar salah satu pedagang ayam potong di Pasar Baru, Supiyah.

Menurutnya, harga normal daging ayam di kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 31 ribu per kilogram. Menjelang tahun baru, kata Supiyah, harga daging ayam sudah biasa makin mahal. Permintaannya juga meningkat, meski harganya naik. “Sehari bisa sampai 5-10 kuintal daging ayam,” ujarnya. (put/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Libur tahun baru, harga daging ayam di pasaran semakin mahal. Termasuk di Kota Probolinggo. Namun, kenaikan harga ini tidak banyak memberikan keuntungan bagi peternak. Karena komponen produksi peternakan seperti pakan juga makin mahal.

“Harga daging ayam saat ini memang cenderung naik, tapi peternak tidak merasakan dampak kenaikan harga daging ayam ini,” ujar Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Peternakan (Dispertahankan) Kota Probolinggo Suryanto.

Menurutnya, banyak peternak yang tidak merasakan kenaikan harga daging karena kenaikan dari hulu di sektor peternakan ayam. Mulai dari harga bibit ayam sampai pakan seperti jagung dan konsentrat naik.

Menurutnya, dalam inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu, juga ditemukan penjual daging ayam menyediakan daging afkiran. Namun, daging itu tetap boleh dijual kepada konsumen. “Daging ayam afkiran itu, ya daging ayam biasa dan sehat, layak dikonsumsi. Tapi, tidak sesuai dengan target pertumbuhan yang ditetapkan peternak,” jelasnya.

Saat ini harga daging ayam potong di Pasar Baru, Kota Probolinggo, mencapai Rp 36 ribu per kilogram. Harga ini dinilai cukup mahal dibandingkan harga saat kondisi normal. “Harganya memang mahal dari pemotong, jadi kami menyesuaikan harganya,” ujar salah satu pedagang ayam potong di Pasar Baru, Supiyah.

Menurutnya, harga normal daging ayam di kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 31 ribu per kilogram. Menjelang tahun baru, kata Supiyah, harga daging ayam sudah biasa makin mahal. Permintaannya juga meningkat, meski harganya naik. “Sehari bisa sampai 5-10 kuintal daging ayam,” ujarnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/