KRAKSAAN, Radar Bromo–Untuk kali ketiga, Oka Mahendra Jati Kusuma kembali memimpin Golkar. Dia terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Probolinggo, masa bakti 2025-2030.
Oka terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Golkar Kabupaten Probolinggo, Minggu (19/10).
Dalam forum resmi itu, laporan pertanggungjawaban Oka sebagai ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Probolinggo periode 2020-2025, diterima secara penuh oleh seluruh pengurus DPC se-Kabupaten Probolinggo.
Keputusan tersebut menandai tonggak baru kepemimpinan Golkar: Oka dipercaya memimpin Golkar Kabupaten Probolinggo untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Suasana sidang paripurna pertama yang dipimpin Ahsanul Yaqin, perwakilan DPD Golkar Jawa Timur, berlangsung khidmat.
Sidang itu menyetujui laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti 2020–2025.
Disusul penyerahan Pataka Partai Golkar dari Oka kepada pimpinan sidang sebagai tanda demisionernya pengurus lama.
Momen puncak terjadi di sidang paripurna keempat, saat pemilihan ketua DPD. Hanya ada satu nama calon yang mengemuka dalam sidang yakni Oka. Ia menjadi satu-satunya calon ketua.
Tidak hanya itu. Ia juga mengantongi surat izin dari DPP Partai Golkar untuk mencalonkan diri yang ketiga kalinya.
Izin dibutuhkan karena seharusnya kader hanya bisa mencalonkan sebagai ketua DPD maksimal dua kali.
Surat izin DPP itu dibacakan di hadapan peserta Musda dan disambut tepuk tangan meriah.
Tanpa perdebatan panjang, Musda XI menetapkan Oka secara aklamasi sebagai ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Probolinggo masa bakti 2025-2030.
Ditemui usai penetapan, Oka menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh para kader Golkar di Kabupaten Probolinggo.
Ia menyebut periode ketiga ini bukan sekadar kelanjutan, tetapi tantangan yang lebih berat.
“Jadi ini bukan pekerjaan yang mudah sebenarnya. Periode ketiga ini justru harus berusaha maksimal di antara posisi yang sudah di puncak. Ibarat pepatah, mempertahankan itu lebih sulit,” ujar Oka.
Namun, Oka menegaskan dirinya tidak ingin sekadar mempertahankan posisi partai di puncak. Ia menargetkan kenaikan jumlah kursi DPRD Kabupaten Probolinggo pada pemilu yang akan datang. Dari 10 kursi, menjadi 12 kursi.
“Target kami bukan mempertahankan, tapi menambah kursi. Saat ini kami punya 10 kursi, realistisnya menjadi 12 kursi. Kenapa 12? Karena berdasarkan analisis, potensi itu ada,” katanya.
Pada Pemilu 2024, menurutnya, seharusnya ada dua dapil yang bisa dapat dua kursi. Namun karena ada satu caleg yang agak mundur, maka dua kursi itu lepas.
“Kalau semua dapil on the track, potensi tambahan dua kursi itu sangat mungkin. Itulah mengapa, targetnya menambah dua kursi,” jelasnya.
Oka optimistis target tersebut bisa tercapai, asalkan seluruh kader tetap solid dan fokus bekerja di akar rumput.
“Fokus kami bukan mempertahankan, tapi meningkatkan. Karena kalau kita hanya fokus mempertahankan, justru kita akan kesulitan,” tambahnya.
Soal Pilkada mendatang, Oka memilih tidak berspekulasi terlalu jauh. Menurutnya, Golkar Kabupaten Probolinggo saat ini masih akan fokus mengawal pemerintahan yang sedang berjalan.
"Kami belum bicara mengenai Pilkada Bupati. Karena saat ini bupati masih menjabat. Fokus kami adalah mengawal program bupati dan wakil bupati sampai tuntas. Itu perintah dari DPD Provinsi,” tegasnya.
Meski begitu, tidak menutup kemungkinan ke depan DPP Golkar memberikan rekomendasi untuk mencalonkan kader terbaik di Pilkada berikutnya. Semua keputusan katanya, akan bergantung pada arah dan kebijakan partai pusat.
“Soal rekomendasi calon bupati itu ranahnya DPP. Kami hanya pelaksana dan penyampai aspirasi siapa yang paling layak diajukan,” tuturnya.
Kalau bupati dan wakil bupati saat ini dinilai berhasil membawa perubahan besar bagi Kabupaten Probolinggo, bisa jadi Golkar akan mendukung kembali.
“Tapi bisa juga DPP punya langkah lain. Banyak opsi ke depan yang bisa dimungkinkan,” tuturnya diplomatis. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi