BANGIL, Radar Bromo - Debat kandidat Pilbup Pasuruan tak hanya menyinggung strategi meningkatkan kesejahteran masyarakat dan memajukan daerah.
Dua calon yang berdebat juga saling singgung soal latar belakang masing-masing.
Hal itu terjadi ketika putaran debat perdana KPU Kabupaten Pasuruan yang dipandu oleh Briyansyah Dewandri dan Tika Aziz, Kamis (17/10) malam.
Calon Bupati Pasuruan Nomor Urut 1 Abdul Mujib Imron menyinggung pentingnya pendidikan yang harus mendapat perhatian semua pihak.
“Apalagi bagi seorang kepala daerah. Bagaimana komitmen terkait urgensi untuk meningkatkan kapasitas pendidikan. Terutama tokoh masyarakat yang harus memberikan teladan yang baik dalam hal pendidikan,” kata Gus Mujib -sapaannya.
Gus Mujib juga mengaku sudah menyiapkan program beasiswa untuk mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan.
Namun ia menekankan, pentingnya pendidikan dimulai dari diri sendiri. Ia mengatakan beasiswa bagi pendidik akan diberikan minimal hingga jenjang S2.
“Yang terpenting jangan hanya menyediakan beasiswa orang lain saja. Saya juga Insyaallah akan melanjutkan S3. Tapi tidak akan mengambil sepeserpun dari APBD, mandiri, untuk peningkatan SDM kita sendiri,” imbuh Gus Mujib.
Calon Bupati Nomor 2 M. Rusdi Sutejo menimpali, bahwa Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai daerah religius.
Bahkan mendapat julukan kota santri. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung pendidikan formal dan nonformal.
Seperti program bantuan untuk ponpes, sekolah keagamaan, beasiswa dan santri prestasi dan tidak mampu.
“Juga peningkatan kesejahteraan pendidik. Kita tahu insentif pendidik terutama nonformal masih sangat kurang,” kata politisi yang akrab disapa Mas Rusdi itu.
Mas Rusdi juga mengaku sepakat dengan Gus Mujib, untuk mengawal program pendidikan agar tepat sasaran dan tepat guna.
Menurutnya, program besasiswa untuk pendidik memang harus dikawal betul.
Ia juga memastikan akan mengawal beasiswa ini agar tidak hanya menomorsatukan satu lembaga, tidak hanya menomorsatukan satu yayasan atau pondok pesantren.
“Bisa dicek di APBD kita 2024. Berapa besiswa dan siapa yang menerima beasiswa pendidikan yang disediakan Pemkab Pasuruan. Komitmen kami, akan menyediakan beasiswa pendidikan berbasis kebutuhan, bukan berbasis kedekatan,” imbuhnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin