alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Diduga perusakan dilakukan dengan sistematis dan terencana

Simpatisan Benahi APK Milik Gus Ipul-Mas Adi yang Dirusak

Pasuruan, Radar Bromo– Tim pemenangan paslon nomor urut 1, Saifullah Yusuf-Adi Wibowo meminta para relawan dan simpatisan agar tak terpancing dengan insiden perusakan APK. Bahkan, calon walikota Gus Ipul sendiri meminta seluruh pendukungnya tetap menebar kebaikan meski ada pihak yang ingin menciptakan kerusuhan ditengah momentum Pilwali Pasuruan 2020.

“Kami ingin menciptakan suasana Pilwali dengan terus menebar kebaikan dan mengajak masyarakat bahagia,” ungkap Gus Ipul.

Sikap itu kemudian direspons sejumlah pendukungnya yang sukarela turun mengganti APK yang telah koyak. Beberapa warga itu juga membenahi APK yang masih bisa diperbaiki. “Dengan semangat holopis kuntul baris, kami pantang tumbang. Kami tak akan takut. Kalian rusak satu baliho, kami akan dirikan lagi seribu baliho,” ujar Mansur, tokoh masyarakat asal Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo.

Mantan Ketua Ansor Kota Pasuruan ikut membenahi bersama warga lain. Mereka tampak memplester atau mengelem baliho yang koyak. Sedangkan yang sudah rusak berat mereka turunkan kemudian diganti dengan yang baru. Gerakan warga memasang kembali baliho Gus Ipul-Mas Adi yang rusak itu dilakukan empat kecamatan.

Abdullah Junaidi selaku Ketua Tim Pemenangan paslon Gus Ipul-Mas Adi mengatakan selama dua hari terakhir posko pemenangan didatangi banyak warga yang meminta baliho. “Mereka datang beramai-ramai minta baliho untuk di pasang di kampung-kampung mereka. Kami sampai kewalahan. Ada lebih dari 50 baliho yang sudah diminta dari kami,” kata Junaidi.

Padahal kata dia, tim kampanye tidak menyediakan biaya bagi warga yang akan memasang baliho. “Kami hanya menyediakan balihonya. Mereka sendiri secara swadaya yang memasang,” kata politisi PKB tersebut.

Sampai saat ini, lanjut Junaidi, pihaknya menerima laporan lebih dari 50 baliho Gus Ipul-Mas Adi yang dirusak. Dia menduga perusakan dilakukan dengan sistematis dan terencana. Sebab baliho yang rusak tersebar di hampir seluruh penjuru kota.  Perusakan yang dilakukan juga sama, yakni dengan menyobek menggunakan senjata tajam dan bekas sobekan hilang. “Mungkin bekas sobekan ditukarkan dengan imbalan uang ke aktor yang mendalangi aksi ini,” tukas Junaidi. (tom/fun)

Pasuruan, Radar Bromo– Tim pemenangan paslon nomor urut 1, Saifullah Yusuf-Adi Wibowo meminta para relawan dan simpatisan agar tak terpancing dengan insiden perusakan APK. Bahkan, calon walikota Gus Ipul sendiri meminta seluruh pendukungnya tetap menebar kebaikan meski ada pihak yang ingin menciptakan kerusuhan ditengah momentum Pilwali Pasuruan 2020.

“Kami ingin menciptakan suasana Pilwali dengan terus menebar kebaikan dan mengajak masyarakat bahagia,” ungkap Gus Ipul.

Sikap itu kemudian direspons sejumlah pendukungnya yang sukarela turun mengganti APK yang telah koyak. Beberapa warga itu juga membenahi APK yang masih bisa diperbaiki. “Dengan semangat holopis kuntul baris, kami pantang tumbang. Kami tak akan takut. Kalian rusak satu baliho, kami akan dirikan lagi seribu baliho,” ujar Mansur, tokoh masyarakat asal Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo.

Mantan Ketua Ansor Kota Pasuruan ikut membenahi bersama warga lain. Mereka tampak memplester atau mengelem baliho yang koyak. Sedangkan yang sudah rusak berat mereka turunkan kemudian diganti dengan yang baru. Gerakan warga memasang kembali baliho Gus Ipul-Mas Adi yang rusak itu dilakukan empat kecamatan.

Abdullah Junaidi selaku Ketua Tim Pemenangan paslon Gus Ipul-Mas Adi mengatakan selama dua hari terakhir posko pemenangan didatangi banyak warga yang meminta baliho. “Mereka datang beramai-ramai minta baliho untuk di pasang di kampung-kampung mereka. Kami sampai kewalahan. Ada lebih dari 50 baliho yang sudah diminta dari kami,” kata Junaidi.

Padahal kata dia, tim kampanye tidak menyediakan biaya bagi warga yang akan memasang baliho. “Kami hanya menyediakan balihonya. Mereka sendiri secara swadaya yang memasang,” kata politisi PKB tersebut.

Sampai saat ini, lanjut Junaidi, pihaknya menerima laporan lebih dari 50 baliho Gus Ipul-Mas Adi yang dirusak. Dia menduga perusakan dilakukan dengan sistematis dan terencana. Sebab baliho yang rusak tersebar di hampir seluruh penjuru kota.  Perusakan yang dilakukan juga sama, yakni dengan menyobek menggunakan senjata tajam dan bekas sobekan hilang. “Mungkin bekas sobekan ditukarkan dengan imbalan uang ke aktor yang mendalangi aksi ini,” tukas Junaidi. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/