alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Wednesday, 25 November 2020

Perwakilan tim hukum dan advokasi paslon Gus Ipul-Mas Adi, Wiwin Ariesta mengaku, sudah menerima hasil kajian Bawaslu.

Laporan Perusakan APK Belum Sempurna, Tim Punya Waktu Dua Hari

PURWOREJO, Radar Bromo– Bawaslu telah mengkaji laporan dugaan perusakan alat peraga kampanye (APK) milik pasangan calon Saifullah Yusuf-Adi Wibowo. Berdasarkan hasil kajian itu, Bawaslu menilai laporan yang disampaikan tim hukum paslon nomor urut 1 tersebut belum sempurna.

Komisioner Bawaslu Kota Pasuruan Awanul Mukhris mengatakan, pihaknya sudah membahas seluruh isi laporan tim hukum paslon nomor urut 1. Pihaknya menyelesaikan kajian hukum bersama kejaksaan dan kepolisian yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu.

“Kajian kami lakukan dalam dua hari setelah menerima laporan,” ungkap Mukhris.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa ada beberapa kekurangan yang harus dilengkapi dalam laporan tersebut. “Terkait syarat formil dan materiilnya,” tambah Mukhris.

Syarat formil itu meliputi subyek pelapor, terlapor, waktu kejadian serta saksi-saksi. Mukhris juga menjelaskan, untuk terlapor, berdasarkan UU Nomor 10/2016, harus memenuhi unsur setiap orang.  Sedangkan syarat materiil meliputi uraian kejadian, barang bukti dan alat bukti.

“Hari ini kami sampaikan surat kepada pelapor terkait dengan beberapa hal yang harus dipenuhi itu,” jelas Mukhris.

Pelapor sendiri, dalam hal ini ialah tim hukum paslon Gus Ipul-Mas Adi, punya waktu dua hari untuk melengkapi kekurangan tersebut. Apabila tim hukum sanggup melengkapi laporannya dalam waktu dua hari, Bawaslu akan kembali mengkaji laporannya.

“Kalau syarat-syarat yang diminta Gakkumdu sudah terpenuhi, akan berlanjut ke tahap selanjutnya. Kalau tidak, akan kami terbitkan surat yang menyatakan bahwa status laporan tidak bisa ditindaklanjuti,” terang Mukhris.

Perwakilan tim hukum dan advokasi paslon Gus Ipul-Mas Adi, Wiwin Ariesta mengaku, sudah menerima hasil kajian Bawaslu.      Selanjutnya, pihaknya masih punya waktu untuk melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

“Kami juga mungkin akan menempuh upaya hukum lain. Karena bagaimanapun juga, tindak pidana harus diusut sampai tuntas agar tidak terjadi pengulangan di kemudian hari,” beber perempuan berhijab tersebut.

Dalam peristiwa ini, lanjut Wiwin, kerugian paslon nomor satu jelas. “Perbuatan oknum tersebut juga sangat mencederai proses demokrasi yang sehat. Kami berharap pihak Bawaslu juga meningkatkan kinerja perihal pengawasan selama proses pilkada, seyogyanya tindakan perusakan seperti ini tidak perlu terjadi,” jelas dia. (tom/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Sepekan Tak Diketahui, Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah

Sesuai keterangan keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit Diabetes.

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19.

Begini Kondisi Wawali Probolinggo yang Dirawat di Surabaya

Dr Abraar Kuddah menjelaskan, kondisi wawali stabil on ventilator

Pasutri Bertengkar, Rumah di Jl Supriyadi Probolinggo Dilalap Api

“Pasangan suami istri itu baru jadi warga disini. Tadi sempet bertengkar hebat,” ujar salah satu tetangga.

Hanya Bisa Bangun 6 Rambu Penunjuk Wisata di Lokasi Ini

Pasca dilakukan refocusing anggaran, Dishub hanya mampu membangun 6 rambu penunjuk arah menuju lokasi wisata.