alexametrics
26C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Sisa Dana Kampanye Pilwali Pasuruan Masuk Kas Negara

PURWOREJO,Radar Bromo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pasuruan menerima hasil audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) terkait laporan dana kampanye yang sebelumnya telah disampaikan kedua pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali Kota Pasuruan. Audit itu dimaksudkan untuk mengetahui kepatuhan paslon dalam mengelola dana kampanye.

Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi Teknis Helmi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari masing-masing paslon mengenai penggunaan dana kampanye tiga hari sebelum pemungutan suara, Minggu (6/12). KPU langsung menyerahkannya ke KAP untuk mengauditnya. “Hasil audit laporan dana kampanye telah kami terima dan Rabu (23/12), kami serahkan ke liaison officer paslon,” ujarnya.

Mimi -sapaan Helmi- menyebutkan, Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi paslon. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5/2020 tentang Tahapan dan PKPU Nomor 12/2020 tentang Dana Kampanye. “Sesuai aturan, maka laporan dana kampanye sendiri wajib dilakukan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil audit yang dilakukan KAP atas LPPDK kedua paslon, akan diketahui sejauh mana tingkat kepatuhan dari masing-masing paslon dalam mengelola dananya. Dengan begitu, output-nya adalah opini masing-masing paslon patuh atau tidak patuhnya terhadap peraturan. “Dari hasil audit itu, LPPDK paslon 01 maupun paslon 02 dinyatakan patuh,” terangnya.

Diketahui, dana kampanye yang dilaporkan paslon Saifullah Yusuf-Adi Wibowo Rp 1.234.000.000. Sedangkan, dana kampanye paslon Raharto Teno Prasetyo-Mochammad Hasjim Asjari senilai Rp 818.400.000. Namun, anggaran itu tidak habis digunakan.

Sedangkan rekening khusus dana kampanye itu harus ditutup saat penyerahan LPPDK ke KPU. Pengeluaran dana kampanye paslon Gus Ipul-Mas Adi Rp 1.080.875.000, sehingga sisa saldonya Rp 153.125.000. Sisa saldo dana kampanye paslon TEGAS Rp 2.350.000 dari pengeluaran yang mencapai Rp 816.050.000. “Sisa saldo itu masuk kas negara,” ujar Mimi. (tom/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU