alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Tuesday, 7 December 2021

Golkar Tugasi Adi Wibowo Gaet Koalisi di Pilwali Pasuruan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Partai Golkar terus bermanuver jelang dihelatnya Pilwali Pasuruan 2020. Usai beberapa hari lalu sejumlah petinggi Partai Golkar jalin pertemuan dengan petinggi PKB, saat ini Partai Golkar kini sudah mengeluarkan surat tugas pada salah satu kadernya untuk melakukan penjajakan koalisi.

Sosok yang ditunjuk itu ialah Adi Wibowo. Ia merupakan salah seorang pengurus DPP Partai Golkar yang ditugasi membangun koalisi dan mencari pasangan calon.

Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan M Syaifullah membenarkan soal adanya surat tugas itu. Tetapi, surat tugas merupakan tahapan awal sebelum partai berlambang pohon beringin itu menetapkan pasangan calon.

“DPP memberikan surat tugas kepada Pak Adi Wibowo untuk melakukan komunikasi dengan parpol-parpol guna membangun koalisi. Selain itu, juga membangun komunikasi dengan bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang lain untuk menentukan pasangan calon,” bebernya.

Menurut Syaiful, Adi Wibowo diberikan waktu untuk melakukan proses komunikasi itu. Hasilnya, nanti akan dilaporkan ke DPP untuk dievaluasi sebelum mengeluarkan keputusan.

“Setiap perkembangan dan dinamika politik di Kota Pasuruan akan dilaporkan. Sehingga, ini menjadi bahan partai untuk menentukan arah politik pada Pilwali 2020,” tambahnya.

Syaiful menambahkan, Adi Wibowo merupakan salah satu pengurus Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa III DPP Partai Golkar. Pihaknya di DPD, tentu juga akan memaksimalkan komunikasi dengan parpol-parpol lain guna mem-back up tugas Adi Wibowo.

“Sudah tentu bila itu menjadi keputusan organisasi harus diikuti juga oleh struktur di bawah,” jelasnya.

Sementara itu, kemungkinan terjalinnya koalisi antara Partai Golkar dengan PKB, masih terbuka lebar. Tak menutup kemungkinan juga dua parpol itu akan mengulang koalisi pada Pilwali 2010 silam. “Itu, tidak menutup kemungkinan, tinggal nanti frekuensinya bisa sama atau tidak,” katanya.

Meski begitu, kata Syaiful, komunikasi yang dijalin dengan PKB sejauh ini baru sebatas penjajakan. Sehingga, kedua parpol itu sama sekali belum membicarakan figur yang berpotensi untuk diusung bersama. “Belum mengarah ke sana. Jadi, perlu dibicarakan lebih lanjut,” tandasnya. (tom/mie)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Partai Golkar terus bermanuver jelang dihelatnya Pilwali Pasuruan 2020. Usai beberapa hari lalu sejumlah petinggi Partai Golkar jalin pertemuan dengan petinggi PKB, saat ini Partai Golkar kini sudah mengeluarkan surat tugas pada salah satu kadernya untuk melakukan penjajakan koalisi.

Sosok yang ditunjuk itu ialah Adi Wibowo. Ia merupakan salah seorang pengurus DPP Partai Golkar yang ditugasi membangun koalisi dan mencari pasangan calon.

Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan M Syaifullah membenarkan soal adanya surat tugas itu. Tetapi, surat tugas merupakan tahapan awal sebelum partai berlambang pohon beringin itu menetapkan pasangan calon.

“DPP memberikan surat tugas kepada Pak Adi Wibowo untuk melakukan komunikasi dengan parpol-parpol guna membangun koalisi. Selain itu, juga membangun komunikasi dengan bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang lain untuk menentukan pasangan calon,” bebernya.

Menurut Syaiful, Adi Wibowo diberikan waktu untuk melakukan proses komunikasi itu. Hasilnya, nanti akan dilaporkan ke DPP untuk dievaluasi sebelum mengeluarkan keputusan.

“Setiap perkembangan dan dinamika politik di Kota Pasuruan akan dilaporkan. Sehingga, ini menjadi bahan partai untuk menentukan arah politik pada Pilwali 2020,” tambahnya.

Syaiful menambahkan, Adi Wibowo merupakan salah satu pengurus Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa III DPP Partai Golkar. Pihaknya di DPD, tentu juga akan memaksimalkan komunikasi dengan parpol-parpol lain guna mem-back up tugas Adi Wibowo.

“Sudah tentu bila itu menjadi keputusan organisasi harus diikuti juga oleh struktur di bawah,” jelasnya.

Sementara itu, kemungkinan terjalinnya koalisi antara Partai Golkar dengan PKB, masih terbuka lebar. Tak menutup kemungkinan juga dua parpol itu akan mengulang koalisi pada Pilwali 2010 silam. “Itu, tidak menutup kemungkinan, tinggal nanti frekuensinya bisa sama atau tidak,” katanya.

Meski begitu, kata Syaiful, komunikasi yang dijalin dengan PKB sejauh ini baru sebatas penjajakan. Sehingga, kedua parpol itu sama sekali belum membicarakan figur yang berpotensi untuk diusung bersama. “Belum mengarah ke sana. Jadi, perlu dibicarakan lebih lanjut,” tandasnya. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU