alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Dua Parpol di Kota Probolinggo Belum Ajukan Banpol, Ini Kendalanya

MAYANGAN, Radar Bromo– Dari delapan partai politik (parpol) yang berhak mendapatkan bantuan di Kota Probolinggo, dua parpol belum mengajukan. Karena itu, pengajuan dua parpol itu “ditinggal.” Dua parpol yang belum mengajukan itu adalah PPP dan Demokrat.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat Kesbangpol Kota Probolinggo Abdi Firdausi mengatakan, sejumlah parpol sudah mengajukan banpol sejak beberapa waktu lalu. Awalnya, pihaknya menunggu semua parpol menyerahkan pengajuannya untuk disampaikan kepada Wali Kota.

Pengajuan bantuan parpol (banpol) ini memang disampaikan melalui Bakesbangpol. Karena, sebelum disampaikan kepada Wali Kota, Bakesbangpol masih harus memverifikasi pengajuannya. “Jumat (20/5) kemarin, kami sudah lakuan verifikasi,” ujarnya.

Usai diverifikasi, kata Abdi, pengajuan itu telah disampaikan kepada Wali Kota. Dengan harapan bisa dicairkan Senin ini (23/5). “Dari delapan parpol tinggal dua parpol yang belum menyertkan SK struktural kepengurusan yang baru. Sehingga kami tinggal dan ajukan ke enam parpol,” jelasnya.

Enam parpol yang sudah diajukan pencairan banpol-nya itu adalah PDI, PKB, Nasdem, Golkar, Gerindra, dan PKS. “Untuk dua parpol, yakni PPP dan Demokrat, masih menunggu SK stuktural itu saja sih. Untuk lainnya sudah lengkap,” ujarnya, Minggu (22/5) siang.

Meski tidak mengajukan secara bersamaan, Abdi memastikan dua parpol itu masih bisa menyusul. Disinggung soal besaran banpol bagi setiap parpol, Abdi mengaku tidak hafal.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Probolinggo dari PPP Robit Riyanto mengakui belum mengajukan pencairan banpol. Kini, pihaknya masih menunggu Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPC PPP dan DPW. Dari SK itu akan diketahui secara pasti siapa ketua DPC PPP Kota Probolinggo. Kemudian, baru nanti akan mengurus banpol.

MAYANGAN, Radar Bromo– Dari delapan partai politik (parpol) yang berhak mendapatkan bantuan di Kota Probolinggo, dua parpol belum mengajukan. Karena itu, pengajuan dua parpol itu “ditinggal.” Dua parpol yang belum mengajukan itu adalah PPP dan Demokrat.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat Kesbangpol Kota Probolinggo Abdi Firdausi mengatakan, sejumlah parpol sudah mengajukan banpol sejak beberapa waktu lalu. Awalnya, pihaknya menunggu semua parpol menyerahkan pengajuannya untuk disampaikan kepada Wali Kota.

Pengajuan bantuan parpol (banpol) ini memang disampaikan melalui Bakesbangpol. Karena, sebelum disampaikan kepada Wali Kota, Bakesbangpol masih harus memverifikasi pengajuannya. “Jumat (20/5) kemarin, kami sudah lakuan verifikasi,” ujarnya.

Usai diverifikasi, kata Abdi, pengajuan itu telah disampaikan kepada Wali Kota. Dengan harapan bisa dicairkan Senin ini (23/5). “Dari delapan parpol tinggal dua parpol yang belum menyertkan SK struktural kepengurusan yang baru. Sehingga kami tinggal dan ajukan ke enam parpol,” jelasnya.

Enam parpol yang sudah diajukan pencairan banpol-nya itu adalah PDI, PKB, Nasdem, Golkar, Gerindra, dan PKS. “Untuk dua parpol, yakni PPP dan Demokrat, masih menunggu SK stuktural itu saja sih. Untuk lainnya sudah lengkap,” ujarnya, Minggu (22/5) siang.

Meski tidak mengajukan secara bersamaan, Abdi memastikan dua parpol itu masih bisa menyusul. Disinggung soal besaran banpol bagi setiap parpol, Abdi mengaku tidak hafal.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Probolinggo dari PPP Robit Riyanto mengakui belum mengajukan pencairan banpol. Kini, pihaknya masih menunggu Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPC PPP dan DPW. Dari SK itu akan diketahui secara pasti siapa ketua DPC PPP Kota Probolinggo. Kemudian, baru nanti akan mengurus banpol.

MOST READ

BERITA TERBARU

/