alexametrics
28 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kubu Eny Tak Menyerah, Kembali Layangkan Gugatan ke Pengadilan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo– Perseteruan Eny kusrini dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus berjalan. Setelah gugatannya ditolak oleh majelis tahkim beberapa waktu lalu, kini pihak Eny kembali kembali gugatannya ke Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan.

Gugatan yang dilayangkan oleh pihak Eni kusrini terdaftar dalam nomor 16/pdtsus parpol/2021, tentang perselisihan partai politik. Sebelumnya kubu Eny sudah pernah mengajukan gugatan, namun ditolak PN Kraksaan.

Salah satu tim kuasa hukum Eny kusrini, Asmoko mengatakan, setelah keputusan dari majelis tahkim turun dan menolak gugatan daripada kliennya, pihak kuasa hukum terus berjuang ke tingkat pengadilan negeri. “Dari hasil partai politik dianggap bahwa permohonan atau gugatan klien kami ditolak oleh majelis tahkim. Dengan alasan karena ini terlebih dahulu melakukan gugatan kepada PN Kraksaan,” ujarnya.

Sejatinya, menurut Asmoko, keputusan majelis tahkim tidak masuk pada pihaknya. Namun begitu ia menyebutkan, kliennya lebih dulu mengajukan gugatan kepada pengadilan kemudian didiskualifikasi harus dihormati.

“Bagaimanapun ini keputusan dari majelis tahkim yang harus kami hormati. Maka dari itu kami berjuang di tingkat pengadilan kembali. Sidang pertamanya akan dimulai Rabu (5/5)mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Musthofa, juru bicara DPC PKB, mengatakan, pihaknya  menghormati hak-hak untuk mengambil langkah hukum dalam bentuk apapun kepada pihak penggugat. Namun bagi pihaknya, keputusan dari PN Kraksaan sudah cukup menjadi bukti kemenangan pihaknya.

“Silakan )ajukan gugatan, Red). Tapi bagi kami 2 keputusan pengadilan jatuh, di PN Kraksaan, kami menang. Di mahkamah partai, kami menang. Itu sudah cukup membuktikan bahwa kami lah yang berada di pihak yang benar,” ujarnya.

Menurutnya sesuai dengan aturan yang ada dari pihak Eny Kusrini, hanya satu tahapan yang perlu dilalui yaitu melalui Mahkamah Agung (MA). “Kalau itu tidak dilakukan (ke MA,red) dan pihak Eny mengajukan ke PN Kraksaan bagi kami itu haknya,” ujarnya.

Saat ini pihaknya ingin tahu apa bentuk gugatan yang dilakukan Eny Kusrini untuk kemudian pihaknya mengambil langkah konkret. “Kami tunggu saja apa yang menjadi materi gugatannya, Setelah itu kami akan mengambil langkah konkret. Tentunya kami masih akan merundingkan hal tersebut di internal partai. Namun begitu Menurut kami ini sudah udah dekat dengan inkrah,” ujarnya.

Sebelumnya, DPP PKB, mengeluarkan surat keputusan tentang penetapan pemberhentian Eny Kusrini dari keanggotaan Partai Kebangkitan Bangsa. Surat keputusan dengan nomor 4924/DPP/01/XII/2020 menjelaskan, Eny Kusrini yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari fraksi PKB itu dinilai telah abai dalam kedisiplinan dari keanggotaan Partai Kebangkitan Bangsa. Diapun di-PAW. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo– Perseteruan Eny kusrini dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus berjalan. Setelah gugatannya ditolak oleh majelis tahkim beberapa waktu lalu, kini pihak Eny kembali kembali gugatannya ke Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan.

Gugatan yang dilayangkan oleh pihak Eni kusrini terdaftar dalam nomor 16/pdtsus parpol/2021, tentang perselisihan partai politik. Sebelumnya kubu Eny sudah pernah mengajukan gugatan, namun ditolak PN Kraksaan.

Salah satu tim kuasa hukum Eny kusrini, Asmoko mengatakan, setelah keputusan dari majelis tahkim turun dan menolak gugatan daripada kliennya, pihak kuasa hukum terus berjuang ke tingkat pengadilan negeri. “Dari hasil partai politik dianggap bahwa permohonan atau gugatan klien kami ditolak oleh majelis tahkim. Dengan alasan karena ini terlebih dahulu melakukan gugatan kepada PN Kraksaan,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Sejatinya, menurut Asmoko, keputusan majelis tahkim tidak masuk pada pihaknya. Namun begitu ia menyebutkan, kliennya lebih dulu mengajukan gugatan kepada pengadilan kemudian didiskualifikasi harus dihormati.

“Bagaimanapun ini keputusan dari majelis tahkim yang harus kami hormati. Maka dari itu kami berjuang di tingkat pengadilan kembali. Sidang pertamanya akan dimulai Rabu (5/5)mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Musthofa, juru bicara DPC PKB, mengatakan, pihaknya  menghormati hak-hak untuk mengambil langkah hukum dalam bentuk apapun kepada pihak penggugat. Namun bagi pihaknya, keputusan dari PN Kraksaan sudah cukup menjadi bukti kemenangan pihaknya.

“Silakan )ajukan gugatan, Red). Tapi bagi kami 2 keputusan pengadilan jatuh, di PN Kraksaan, kami menang. Di mahkamah partai, kami menang. Itu sudah cukup membuktikan bahwa kami lah yang berada di pihak yang benar,” ujarnya.

Menurutnya sesuai dengan aturan yang ada dari pihak Eny Kusrini, hanya satu tahapan yang perlu dilalui yaitu melalui Mahkamah Agung (MA). “Kalau itu tidak dilakukan (ke MA,red) dan pihak Eny mengajukan ke PN Kraksaan bagi kami itu haknya,” ujarnya.

Saat ini pihaknya ingin tahu apa bentuk gugatan yang dilakukan Eny Kusrini untuk kemudian pihaknya mengambil langkah konkret. “Kami tunggu saja apa yang menjadi materi gugatannya, Setelah itu kami akan mengambil langkah konkret. Tentunya kami masih akan merundingkan hal tersebut di internal partai. Namun begitu Menurut kami ini sudah udah dekat dengan inkrah,” ujarnya.

Sebelumnya, DPP PKB, mengeluarkan surat keputusan tentang penetapan pemberhentian Eny Kusrini dari keanggotaan Partai Kebangkitan Bangsa. Surat keputusan dengan nomor 4924/DPP/01/XII/2020 menjelaskan, Eny Kusrini yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari fraksi PKB itu dinilai telah abai dalam kedisiplinan dari keanggotaan Partai Kebangkitan Bangsa. Diapun di-PAW. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2