FPKB-Fraksi Gabungan Tak Kebagian Pimpinan AKD DPRD Kota Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Komposisi pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD Kota Pasuruan akhirnya terbentuk. Setelah dua bulan distribusi anggota komisi dilakukan, dua fraksi tak kebagian jatah pimpinan komisi.

Ironisnya, Fraksi PKB (F-PKB)yang memiliki kursi paling banyak dan menempatkan kadernya sebagai ketua DPRD, malah tak kebagian kursi pimpinan AKD. Selain F-PKB, yang tak kebagian kursi pimpinan AKD adalah Fraksi gabungan Hanura, PDIP dan Nasdem.

Unsur pimpinan AKD itu ditetapkan dalam rapat paripurnal internal, kemarin (20/1). Semua anggota dewan hadir dalam rapat tersebut.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, anggota dari Fraksi Golkar cukup mendominasi AKD. Di tataran pimpinan AKD, tercatat hanya di Komisi 2 yang tak ada anggota dari fraksi golkar.

Sementara di Badan Kehormatan (BK) ada 2 anggota Fraksi Golkar. Yakni Tampi yang jadi ketua BK serta Rudy Salam yang jadi sekretaris.

Di Badan Pembentukan Perda, ada nama M Toyib yang jadi wakil ketua untuk mendampingi Helmi (dari F Amanat Pembangunan) yang jadi ketuanya. Selanjutnya di Komisi 1, ada Sutirta yang didapuk jadi ketua. Sementara di komisi 3, ada Syaifudin yang jadi sekretaris.

Sementara 3 fraksi lain. Yakni fraksi Gerindra, Fraksi PKS dan Fraksi Amanat Pembangunan, sama-sama dapat jatah 3 pimpinan di AKD (selengkapnya lihat infografis).

Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan menyebut pembentukan pimpinan AKD itu dilakukan melalui musyawarah. Menurutnya, musyawarah mengenai komposisi pimpinan AKD itu melalui proses panjang.

“Selama ini kami terus menjalin komunikasi. Dan hari ini (kemarin) sudah mufakat terhadap komposisi AKD,” tutur Ismail.

Ismail bahkan menepis jika Fraksi PKB yang notabene pemilik kursi terbanyak, justru tak mendapat jatah pimpinan AKD. “Kami ingin menyamakan persepsi untuk membangun Kota Pasuruan. Ini hasil musyawarah mufakat. Nggak ada yang ditinggal. PKB tidak merasa ditinggal,” bebernya. (tom/mie)