alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Teno-Hasjim Harus Kejar Tiga Kursi Lagi Biar Mulus Nyalon

PURWOREJO, Radar Bromo – Keputusan PDIP merekomendasikan Raharto Teno Prasetyo – Mochammad Hasjim Asjari sebagai bakal calon wali kota – wakil wali kota Pasuruan, membuka potensi terbentuknya koalisi dari poros petahana. Namun, ada pekerjaan berat yang harus dilalui keduanya.

Pemerhati politik Fuad Fatoni menyebut, perolehan kursi PDIP dan Partai Nasdem di parlemen saat ini belum memenuhi syarat minimal untuk mengusung pasangan bakal calon. PDIP dengan dua kursi dan Partai Nasdem dengan satu kursi. Ada kekurangan tiga kursi yang harus didapat melalui dukungan partai politik lain. Baru pasangan ini bisa mendaftar ke KPU.

Menurut dia, hal ini akan menjadi persoalan yang tidak mudah. Kecuali, PDIP memiliki sedikitnya enam kursi, maka bisa mengusung pasangan calon sendiri tanpa koalisi.

“Karena itu diperlukan partai politik lain untuk menutupi kekurangan tersebut. Karena rekomendasi ini belum dibarengi dengan kepastian dari partai lain untuk membentuk koalisi apakah sudah final atau belum,” ungkapnya.

DAPAT REKOM: Raharto Teno Prasetyo – Mochammad Hasjim Asjari menunjukkan rekom balon wali kota – wakil wali kota dari DPP PDIP. (Foto: Istimewa)

Dengan begitu, nasib Teno-Hasjim sedikit banyak juga bakal ditentukan oleh sikap dari partai politik lain. Setidaknya, keduanya harus mendapatkan dukungan dari partai politik dengan perolehan minimal tiga kursi di parlemen. Sehingga, dengan syarat minimal enam kursi, Teno-Hasjim bisa didaftarkan ke KPU.

“Sekarang PDIP dan Nasdem potensinya hanya tiga kursi. Tinggal menunggu nanti partai mana yang berpotensi bisa menambah kursi. Sehingga, bisa terbentuk koalisi dan mengusung pasangan itu dalam Pilwali,” sebutnya.

Teno sendiri menyadari PDIP dan Partai Nasdem yang diketuai Hasjim belum memenuhi syarat minimal perolehan kursi untuk mengusung pasangan bakal calon. Karena itu, dia menaruh harapan kepada partai lain agar koalisi bisa segera terbentuk.

Secara khusus, Teno juga masih menaruh harapan kepada partai-partai yang sempat menerima pendaftaran untuk dirinya. Selain Partai Nasdem, Teno juga pernah mendaftarkan diri melalui Partai Hanura dan Partai Gerindra.

“Saat ini komunikasi dengan partai lain terus kami jalin. Harapannya apa yang kami sajikan ini bisa didukung dan diusung pada pilwali. Semoga mekanisme di partai-partai itu berjalan dengan baik, sesuai harapan. Sehingga, dalam waktu dekat, jumlah kursi sebagai syarat untuk mengusung kami segera terpenuhi,” katanya.

Selaku Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pasuruan Hasjim juga mengaku terus membangun komunikasi dengan partai politik lain. Bahkan, hal itu semakin intens dilakukan dalam waktu belakangan ini. Nasdem sendiri memang belum mengeluarkan rekomendasi terkait siapa yang akan didukung dalam pilwali.

“Sekarang tinggal nunggu dari DPP, sehingga rekomendasi itu secepatnya turun. Begitu pula dengan Hanura dan Gerindra dimana Pak Teno juga sudah mendaftar di sana,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPC Partai Hanura Farid Misbah mengaku sudah mendengar keputusan PDIP yang merekomendasi Teno-Hasjim. Tetapi, pihaknya belum banyak memberikan komentar. Apalagi mengenai arah koalisi Partai Hanura sendiri.

Mengingat sampai saat ini, Partai Hanura belum mengeluarkan rekomendasi. Beberapa waktu lalu, Partai Hanura baru mengeluarkan surat tugas kepada salah satu figur yang mendaftar.

Tetapi, Farid enggan menyebutkan nama. Alasannya, hal itu merupakan bagian dari strategi partai. Dirinya kini tengah menunggu rekomendasi dari DPP Partai Hanura. Sebab, proses yang berjalan di DPC sudah selesai.

“Kami harus menunggu proses yang sedang berjalan di internal. Yang jelas, proses di DPC sudah selesai. Sekarang menjadi ranahnya DPP. Saat ini saya mengucapkan selamat kepada Pak Teno dan Pak Hasjim karena sudah dapat rekomendasi. Semoga bisa mengarungi perjuangan dalam pilwali dengan baik, itu saja,” tuturnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Akhmad Zubaidi juga menyampaikan selamat kepada Teno yang sudah mendapat rekomendasi dari PDIP. “Konon katanya, partai pengusung sudah mencukupi. Maka, Gerindra yang sempat menerima pendaftaran Pak Teno mengucapkan selamat menuju kontestasi pilwali. Semoga keberangkatan Pak Teno bisa menepis potensi bumbung kosong. Sehingga kami harap nanti tercipta suasana demokrasi yang fair,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Akhmad Zubaidi. (tom/hn/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Keputusan PDIP merekomendasikan Raharto Teno Prasetyo – Mochammad Hasjim Asjari sebagai bakal calon wali kota – wakil wali kota Pasuruan, membuka potensi terbentuknya koalisi dari poros petahana. Namun, ada pekerjaan berat yang harus dilalui keduanya.

Pemerhati politik Fuad Fatoni menyebut, perolehan kursi PDIP dan Partai Nasdem di parlemen saat ini belum memenuhi syarat minimal untuk mengusung pasangan bakal calon. PDIP dengan dua kursi dan Partai Nasdem dengan satu kursi. Ada kekurangan tiga kursi yang harus didapat melalui dukungan partai politik lain. Baru pasangan ini bisa mendaftar ke KPU.

Menurut dia, hal ini akan menjadi persoalan yang tidak mudah. Kecuali, PDIP memiliki sedikitnya enam kursi, maka bisa mengusung pasangan calon sendiri tanpa koalisi.

“Karena itu diperlukan partai politik lain untuk menutupi kekurangan tersebut. Karena rekomendasi ini belum dibarengi dengan kepastian dari partai lain untuk membentuk koalisi apakah sudah final atau belum,” ungkapnya.

DAPAT REKOM: Raharto Teno Prasetyo – Mochammad Hasjim Asjari menunjukkan rekom balon wali kota – wakil wali kota dari DPP PDIP. (Foto: Istimewa)

Dengan begitu, nasib Teno-Hasjim sedikit banyak juga bakal ditentukan oleh sikap dari partai politik lain. Setidaknya, keduanya harus mendapatkan dukungan dari partai politik dengan perolehan minimal tiga kursi di parlemen. Sehingga, dengan syarat minimal enam kursi, Teno-Hasjim bisa didaftarkan ke KPU.

“Sekarang PDIP dan Nasdem potensinya hanya tiga kursi. Tinggal menunggu nanti partai mana yang berpotensi bisa menambah kursi. Sehingga, bisa terbentuk koalisi dan mengusung pasangan itu dalam Pilwali,” sebutnya.

Teno sendiri menyadari PDIP dan Partai Nasdem yang diketuai Hasjim belum memenuhi syarat minimal perolehan kursi untuk mengusung pasangan bakal calon. Karena itu, dia menaruh harapan kepada partai lain agar koalisi bisa segera terbentuk.

Secara khusus, Teno juga masih menaruh harapan kepada partai-partai yang sempat menerima pendaftaran untuk dirinya. Selain Partai Nasdem, Teno juga pernah mendaftarkan diri melalui Partai Hanura dan Partai Gerindra.

“Saat ini komunikasi dengan partai lain terus kami jalin. Harapannya apa yang kami sajikan ini bisa didukung dan diusung pada pilwali. Semoga mekanisme di partai-partai itu berjalan dengan baik, sesuai harapan. Sehingga, dalam waktu dekat, jumlah kursi sebagai syarat untuk mengusung kami segera terpenuhi,” katanya.

Selaku Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pasuruan Hasjim juga mengaku terus membangun komunikasi dengan partai politik lain. Bahkan, hal itu semakin intens dilakukan dalam waktu belakangan ini. Nasdem sendiri memang belum mengeluarkan rekomendasi terkait siapa yang akan didukung dalam pilwali.

“Sekarang tinggal nunggu dari DPP, sehingga rekomendasi itu secepatnya turun. Begitu pula dengan Hanura dan Gerindra dimana Pak Teno juga sudah mendaftar di sana,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPC Partai Hanura Farid Misbah mengaku sudah mendengar keputusan PDIP yang merekomendasi Teno-Hasjim. Tetapi, pihaknya belum banyak memberikan komentar. Apalagi mengenai arah koalisi Partai Hanura sendiri.

Mengingat sampai saat ini, Partai Hanura belum mengeluarkan rekomendasi. Beberapa waktu lalu, Partai Hanura baru mengeluarkan surat tugas kepada salah satu figur yang mendaftar.

Tetapi, Farid enggan menyebutkan nama. Alasannya, hal itu merupakan bagian dari strategi partai. Dirinya kini tengah menunggu rekomendasi dari DPP Partai Hanura. Sebab, proses yang berjalan di DPC sudah selesai.

“Kami harus menunggu proses yang sedang berjalan di internal. Yang jelas, proses di DPC sudah selesai. Sekarang menjadi ranahnya DPP. Saat ini saya mengucapkan selamat kepada Pak Teno dan Pak Hasjim karena sudah dapat rekomendasi. Semoga bisa mengarungi perjuangan dalam pilwali dengan baik, itu saja,” tuturnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Akhmad Zubaidi juga menyampaikan selamat kepada Teno yang sudah mendapat rekomendasi dari PDIP. “Konon katanya, partai pengusung sudah mencukupi. Maka, Gerindra yang sempat menerima pendaftaran Pak Teno mengucapkan selamat menuju kontestasi pilwali. Semoga keberangkatan Pak Teno bisa menepis potensi bumbung kosong. Sehingga kami harap nanti tercipta suasana demokrasi yang fair,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Akhmad Zubaidi. (tom/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/