alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Anggota DPRD Kab Probolinggo yang Dicopot PKB Ini Ajukan Kasasi

DRINGU, Radar Bromo – Polemik pencopotan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo oleh DPC PKB setempat, Eny Kusrini bakal terus bergulir. Itu lantaran Eny Kusrini terus berupaya melawan.

Setelah gugatannya ditolak Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, kini melanjutkan upaya hukum ke Mahkamah Agung. Eny mengajukan kasasi. Kuasa Hukum Eny Kusrini, Hasmoko mengaku telah mengirimkan berkas memori kasasi ke MA, Senin (5/7). “Kami sudah mengajukan permohonan kasasi. Begitu pun memori kasasinya,” ujarnya.

Menurutnya, memori kasasi yang telah diajukan nantinya juga akan diberikan kepada para tergugat dan turun tergugat. “Ada kewajiban kepada para tergugat untuk menanggapi kontra memori kasasi. Kontra itu, akan dibendel atau diberkas untuk dikirim ke MA,” ujarnya.

Setelah berkas dinyatakan lengkap oleh kepaniteraan MA, kata Hasmoko, salah satu prosesnya akan ditetapkan majelis hakimnya. Setelah itu, majelis hakim punya waktu 30 hari untuk menyidangkan dan memutuskannya.

“Bila belum karena kontra memori kasasi dari tergugat dan turut tergugat masih belum, ditunggu 14 hari. Jika tidak mengirimkan berkas kontra memori, maka akan langsung diputus MA. Tanpa ada kontra memori kasasinya,” jelasnya.

Terpisah, Juru Bicara DPC PKB Kabupaten Probolinggo Mustofa mengaku, teknis kontra memori itu dilakukan oleh kuasa hukumnya. “Yang jelas, kami pasti mengajukan. Kami optimistis dan tidak pernah ragu proses ini berpihak kepada kami. Serta sesuai peraturan,” ujarnya.

Diketahui, Eny dinilai melangar peraturan partai, sehingga dinonaktifkan sebagai anggota PKB. DPP PKB juga sudah mengeluarkan surat keputusan (SK)-nya. Namun, keputusan itu ditentangnya. Eny menggugat ke PN Kraksaan. Namun, gugatannya kandas. Senin (14/6), majelis hakim PN Kraksaan menolak gugatan Eny. (mu/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Polemik pencopotan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo oleh DPC PKB setempat, Eny Kusrini bakal terus bergulir. Itu lantaran Eny Kusrini terus berupaya melawan.

Setelah gugatannya ditolak Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, kini melanjutkan upaya hukum ke Mahkamah Agung. Eny mengajukan kasasi. Kuasa Hukum Eny Kusrini, Hasmoko mengaku telah mengirimkan berkas memori kasasi ke MA, Senin (5/7). “Kami sudah mengajukan permohonan kasasi. Begitu pun memori kasasinya,” ujarnya.

Menurutnya, memori kasasi yang telah diajukan nantinya juga akan diberikan kepada para tergugat dan turun tergugat. “Ada kewajiban kepada para tergugat untuk menanggapi kontra memori kasasi. Kontra itu, akan dibendel atau diberkas untuk dikirim ke MA,” ujarnya.

Setelah berkas dinyatakan lengkap oleh kepaniteraan MA, kata Hasmoko, salah satu prosesnya akan ditetapkan majelis hakimnya. Setelah itu, majelis hakim punya waktu 30 hari untuk menyidangkan dan memutuskannya.

“Bila belum karena kontra memori kasasi dari tergugat dan turut tergugat masih belum, ditunggu 14 hari. Jika tidak mengirimkan berkas kontra memori, maka akan langsung diputus MA. Tanpa ada kontra memori kasasinya,” jelasnya.

Terpisah, Juru Bicara DPC PKB Kabupaten Probolinggo Mustofa mengaku, teknis kontra memori itu dilakukan oleh kuasa hukumnya. “Yang jelas, kami pasti mengajukan. Kami optimistis dan tidak pernah ragu proses ini berpihak kepada kami. Serta sesuai peraturan,” ujarnya.

Diketahui, Eny dinilai melangar peraturan partai, sehingga dinonaktifkan sebagai anggota PKB. DPP PKB juga sudah mengeluarkan surat keputusan (SK)-nya. Namun, keputusan itu ditentangnya. Eny menggugat ke PN Kraksaan. Namun, gugatannya kandas. Senin (14/6), majelis hakim PN Kraksaan menolak gugatan Eny. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU