alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 4 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Gerindra-PPP Minta Dispensasi Waktu Pengembalian Bantuan Keuangan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tiga partai politik (parpol) di Kota Pasuruan harus mengembalikan kelebihan salur bantuan keuangan politik. Dari tiga parpol yang memiliki tanggungan tersebut, baru PKB yang sudah mengembalikan kelebihan salur ke Pemkot Pasuruan.

Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pasuruan Imam Subekti menerangkan, kelebihan salur bantuan keuangan PKB senilai Rp 10.935.000. “Pengembaliannya sudah dilakukan pada 8 Januari 2021,” katanya melalui Kasubbid Kelembagaan Politik Abdul Azis.

Dengan demikian, ada dua parpol yang belum mengembalikan kelebihan salur bantuan keuangan itu. Yaitu, Partai Gerindra dan PPP. Pemkot sebelumnya telah memberitahukan soal kelebihan salur itu ke masing-masing parpol.

Tetapi, dua parpol itu mengajukan dispensasi waktu untuk mengembalikan kelebihan salur. Besaran kelebihan salur itu masing-masing Rp 7.439.040 untuk PPP dan Rp 2.284.200 untuk Partai Gerindra.

“Jadi tinggal dua parpol. Keduanya sudah mengajukan surat pernyataan bersedia mengembalikan kelebihan salur,” jelasnya.

Hanya saja, mekanisme pengembalian kelebihan salur yang diajukan dua parpol itu berbeda. Partai Gerindra menyanggupi untuk mengembalikan kelebihan salur dengan memotong realisasi bantuan keuangan 2021. Sedangkan PPP akan mengembalikan dengan dua kali pembayaran. Yakni, melalui pencairan bantuan keuangan 2021 hingga 2022.

Tiga Partai di Kota Pasuruan Belum Kembalikan Kelebihan Bantuan

“Tetapi kami konsultasi dengan BPK lebih dulu apakah disetujui atau tidak,” bebernya.

Kelebihan salur bantuan keuangan itu terjadi pada tahun anggaran 2019. Ketika itu, Pemkot Pasuruan mengalokasikan bantuan keuangan parpol sesuai hasil Pemilu 2014.

Tetapi alokasi anggaran seharusnya disesuaikan dengan hasil Pemilu 2019. Otomatis, ada perubahan nilai bantuan keuangan yang diterima parpol pada pencairan kedua di tahun yang sama. Sebab, hasil Pemilu 2014 dan 2019 berbeda.

Berdasarkan hasil Pemilu 2019, perolehan suara PKB, Partai Gerindra, dan PPP menurun dibandingkan Pemilu 2014. Sehingga, nilai bantuannya juga turun.

Sementara bantuan saat itu terlanjur diberikan sesuai hasil Pemilu 2014. Karena itu, terjadi kelebihan salur pada tiga parpol itu. Sebaliknya, enam parpol suaranya bertambah pada Pemilu 2019. Dengan sendirinya, nilai bantuannya pun naik.

Pemkot Pasuruan sudah mencairkan kekurangan salur untuk enam parpol itu. Antara lain PKS, PAN, Partai Hanura, Partai Nasdem, dan PDIP. (tom/hn/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tiga partai politik (parpol) di Kota Pasuruan harus mengembalikan kelebihan salur bantuan keuangan politik. Dari tiga parpol yang memiliki tanggungan tersebut, baru PKB yang sudah mengembalikan kelebihan salur ke Pemkot Pasuruan.

Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pasuruan Imam Subekti menerangkan, kelebihan salur bantuan keuangan PKB senilai Rp 10.935.000. “Pengembaliannya sudah dilakukan pada 8 Januari 2021,” katanya melalui Kasubbid Kelembagaan Politik Abdul Azis.

Dengan demikian, ada dua parpol yang belum mengembalikan kelebihan salur bantuan keuangan itu. Yaitu, Partai Gerindra dan PPP. Pemkot sebelumnya telah memberitahukan soal kelebihan salur itu ke masing-masing parpol.

Mobile_AP_Half Page

Tetapi, dua parpol itu mengajukan dispensasi waktu untuk mengembalikan kelebihan salur. Besaran kelebihan salur itu masing-masing Rp 7.439.040 untuk PPP dan Rp 2.284.200 untuk Partai Gerindra.

“Jadi tinggal dua parpol. Keduanya sudah mengajukan surat pernyataan bersedia mengembalikan kelebihan salur,” jelasnya.

Hanya saja, mekanisme pengembalian kelebihan salur yang diajukan dua parpol itu berbeda. Partai Gerindra menyanggupi untuk mengembalikan kelebihan salur dengan memotong realisasi bantuan keuangan 2021. Sedangkan PPP akan mengembalikan dengan dua kali pembayaran. Yakni, melalui pencairan bantuan keuangan 2021 hingga 2022.

Tiga Partai di Kota Pasuruan Belum Kembalikan Kelebihan Bantuan

“Tetapi kami konsultasi dengan BPK lebih dulu apakah disetujui atau tidak,” bebernya.

Kelebihan salur bantuan keuangan itu terjadi pada tahun anggaran 2019. Ketika itu, Pemkot Pasuruan mengalokasikan bantuan keuangan parpol sesuai hasil Pemilu 2014.

Tetapi alokasi anggaran seharusnya disesuaikan dengan hasil Pemilu 2019. Otomatis, ada perubahan nilai bantuan keuangan yang diterima parpol pada pencairan kedua di tahun yang sama. Sebab, hasil Pemilu 2014 dan 2019 berbeda.

Berdasarkan hasil Pemilu 2019, perolehan suara PKB, Partai Gerindra, dan PPP menurun dibandingkan Pemilu 2014. Sehingga, nilai bantuannya juga turun.

Sementara bantuan saat itu terlanjur diberikan sesuai hasil Pemilu 2014. Karena itu, terjadi kelebihan salur pada tiga parpol itu. Sebaliknya, enam parpol suaranya bertambah pada Pemilu 2019. Dengan sendirinya, nilai bantuannya pun naik.

Pemkot Pasuruan sudah mencairkan kekurangan salur untuk enam parpol itu. Antara lain PKS, PAN, Partai Hanura, Partai Nasdem, dan PDIP. (tom/hn/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2