Dana Banpol di Kota Pasuruan Tahun Ini Meningkat, Ini Rincian Masing-masing Parpol

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Sejumlah partai politik (parpol) di Kota Pasuruan kembali mendapatkan bantuan dana politik (banpol) tahun ini. Total dana banpol yang disalurkan oleh pemkot kepada sembilan parpol sebesar Rp 556.883.100.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Pasuruan Lucky Danardono mengungkapkan, alokasi banpol tahun ini naik. Jika tahun 2019 lalu hanya Rp 513.527.040, maka tahun 2020 dialokasikan Rp 556.883.100 atau naik sekitar Rp 433.356.060.

Rinciannya, dana banpol ini akan diberikan pada PKB sebesar Rp 138.811.320; Partai Golkar sebesar Rp 115.706.880; dan Partai Hanura sebesar Rp 63.335.520. Selanjutnya PDI-P sebesar Rp 52.779.600 dan PKS sebesar Rp 49.552.560.

Kemudian, Partai Gerindra sebesar Rp 46.952.460, PAN sebesar Rp 38.607.840, Partai Nasdem sebesar Rp 32.547.420, serta PPP sebesar Rp 18.589.500. Besaran yang diterima, parpol ini mengacu pada jumlah perolehan suara yang diterima pada Pemilu 2019 lalu.

“Dana banpol tahun ini naik dibandingkan tahun lalu. Sebab, ini mengacu pada perolehan suara yang diterima oleh setiap partai,” ungkapnya.

Lucky menjelaskan, parpol yang menerima dana banpol ini adalah partai yang memiliki kursi di DPRD Kota Pasuruan. Sementara parpol yang tidak memiliki kursi, mereka tidak berhak menerima dana banpol. Besarannya adalah Rp 4.860 dikali jumlah suara yang diperoleh.

Persyaratan pencairan dana banpol tahun ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. Setiap parpol bakal diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dari proses audit ini, setiap parpol akan menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait hasil audit tersebut. Jika dinyatakan tidak ada masalah, maka parpol ini akan disebut telah memenuhi persyaratan.

“Kalau sudah memenuhi persyaratan, maka dana banpol bisa dicairkan. Saat ini masih proses audit. Perkiraan pencairan sekitar April,” pungkas Lucky. (riz/fun)