Kurang 6 Bulan, Anggaran Pilwali Pasuruan 2020 Belum Cair

PASURUAN, Radar Bromo – Enam bulan lagi, masyarakat Kota Pasuruan akan menggelar pesta demokrasi. Pilwali 2020 dipastikan akan berlangsung September mendatang. Namun, hingga kini anggaran untuk pilwali belum juga tersedia.

Memasuki awal pekan di bulan Maret tahun ini, anggaran yang dihibahkan Pemkot Pasuruan itu belum juga cair. Baik anggaran penyelenggaraan untuk KPU, maupun anggaran pengawasan untuk Bawaslu.

Sebagian anggaran hibah Pilwali 2020 sudah dicairkan tahun 2019. Sementara tahun ini, belum ada pencairan sama sekali. Tahun lalu anggaran tersebut dicairkan melalui PAK 2019.

KPU Kota Pasuruan tercatat telah menerima anggaran Rp 761.032.000 dari total hibah Rp 18,7 miliar. Artinya, masih ada dana sekitar Rp 17 miliar lebih yang belum cair.

Sedangkan Bawaslu Kota Pasuruan mendapatkan dana Rp 571.000.000 dari total Rp 6,7 miliar hibah yang diberikan. Sehingga, masih ada dana hibah yang belum cair sekitar Rp 6,1 miliar lebih.

Padahal, anggaran itu sudah mulai dibutuhkan. Baik untuk kegiatan sosialisasi maupun pembentukan badan ad hoc. Dua instansi tersebut bahkan sudah memulai tahapan.

Misalnya saja, KPU sudah membentuk PPK dan PPS. Begitu pula dengan Bawaslu, mulai membentuk Panwascam dan Panwaslu Kelurahan.

Kepala Sub Bidang Kelembagaan Politik di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pasuruan Abdul Aziz mengatakan, pencairan hibah tersebut sebenarnya sudah selesai. Saat ini hanya tinggal mencairkan anggaran ke masing-masing instansi.

“Semua prosesnya sudah selesai, tinggal pencairannya saja,” ujarnya.

Terakhir, Aziz menjelaskan bahwa pencairan hibah sudah diajukan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA). Sehingga, ia memperkirakan pencairan bakal segera dilakukan.

“Hari Jumat kemarin sudah di BPKA, jadi tinggal dibuatkan surat pengantar untuk pencairannya,” tutur dia.

Aziz menyebut, jika tak ada kendala, anggaran hibah itu sudah bisa dicairkan pekan ini. “Mungkin pekan ini sudah masuk semua. Baik untuk KPU maupun Bawaslu,” bebernya.

Pihaknya menyebut, pencairan hibah itu memang sedikit perlu waktu. Sebab, sebelumnya sempat ada sedikit salah persepsi di salah satu instansi. Karena itu, pihaknya ingin menyamakan persepsi lebih dulu dengan instansi lain terkait dengan pencairan hibah. Supaya tidak timbul masalah di kemudian hari.

“Tapi, sekarang semua sudah selesai, sudah beres. Tinggal pencairannya saja,” pungkasnya. (tom/hn)