alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Pilbup Probolinggo 2024 Butuh Rp 90 M, Baru Siap Rp 30 M

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo mulai menyiapkan dana cadangan untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Hingga kini, dana cadangan yang sudah tersimpan sebesar Rp 30 miliar.

Namun, jumlah itu masih sangat jauh dari kebutuhan. Sebab, estimasi kebutuhan anggaran Pilkada 2024 akibat pandemi mencapai Rp 90 miliar lebih.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Probolinggo Dewi Korina menjelaskan, dana cadangan untuk Pilkada 2024 sudah disiapkan sejak tahun 2020. Selama dua tahun terakhir, dialokasikan dana cadangan masing-masing sekitar Rp 15 miliar.

”Untuk tahun 2022 belum kami alokasikan. Sesuai rencana, dana cadangan itu dialokasikan di perubahan APBD 2022 dengan nilai estimasi sama yaitu sekitar Rp 15 miliar,” katanya.

Dewi mengatakan, kebutuhan anggaran Pilkada 2024 meningkat. Sebab, diperkirakan pilkada digelar dalam kondisi pandemi Covid-19. Sehingga Pilkada 2024 harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Penerapan protokol kesehatan inilah yang membuat kebutuhan anggaran membengkak.

Namun, pemenuhan anggaran itu dikembalikan juga pada kemampuan APBD Kabupaten Probolinggo. Pihaknya, menurut Dewi, akan kembali berkoordinasi dengan KPU untuk membahas kebutuhan anggaran.

“Nanti akan dibahas kebutuhannya apa saja. Kalau misalnya ada anggaran yang bisa dikurangi, ya dikurangi,” tuturnya.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo mulai menyiapkan dana cadangan untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Hingga kini, dana cadangan yang sudah tersimpan sebesar Rp 30 miliar.

Namun, jumlah itu masih sangat jauh dari kebutuhan. Sebab, estimasi kebutuhan anggaran Pilkada 2024 akibat pandemi mencapai Rp 90 miliar lebih.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Probolinggo Dewi Korina menjelaskan, dana cadangan untuk Pilkada 2024 sudah disiapkan sejak tahun 2020. Selama dua tahun terakhir, dialokasikan dana cadangan masing-masing sekitar Rp 15 miliar.

”Untuk tahun 2022 belum kami alokasikan. Sesuai rencana, dana cadangan itu dialokasikan di perubahan APBD 2022 dengan nilai estimasi sama yaitu sekitar Rp 15 miliar,” katanya.

Dewi mengatakan, kebutuhan anggaran Pilkada 2024 meningkat. Sebab, diperkirakan pilkada digelar dalam kondisi pandemi Covid-19. Sehingga Pilkada 2024 harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Penerapan protokol kesehatan inilah yang membuat kebutuhan anggaran membengkak.

Namun, pemenuhan anggaran itu dikembalikan juga pada kemampuan APBD Kabupaten Probolinggo. Pihaknya, menurut Dewi, akan kembali berkoordinasi dengan KPU untuk membahas kebutuhan anggaran.

“Nanti akan dibahas kebutuhannya apa saja. Kalau misalnya ada anggaran yang bisa dikurangi, ya dikurangi,” tuturnya.

MOST READ

BERITA TERBARU