alexametrics
25 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Target Partisipasi Pemilih di Pilwali Kota Pasuruan Capai 77,5 Persen

PURWOREJO, Radar Bromo – Pelaksanaan Pilwali 2020 di tengah pandemi Covid-19, menjadi tantangan tersendiri bagi pihak-pihak yang terlibat. Tak terkecuali bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pasuruan yang menjadi penyelenggara hajatan politik.

Penyelenggaraan pemilihan yang sangat berbeda dengan kondisi normal, diyakini tidak mempengaruhi partisipasi pemilih. Karena itu, KPU memasang target tinggi terkait tingkat kehadiran pemilih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam dalam Sosialisasi PKPU Nomor 5/2020 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada di Kota Pasuruan, Jumat (3/7). Menurutnya, untuk mencapai target itu, tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan KPU pada penyelenggaraan sebelumnya.

“Partisipasi masyarakat pada pemilu di Kota Pasuruan kemarin cukup tinggi. Mencapai 88 persen dari 147.500 pemilih,” ujarnya di hadapan sejumlah pengurus partai politik. Padahal, pada Pemilu 2019, target partisipasi masyarakat 77,5 persen. Target itu, kata Anam, juga berlaku dalam pemilihan kepala daerah 9 Desember 2020 mendatang.

Dengan melihat data pada Pemilu 2019, pihaknya yakin partisipasi masyarakat Kota Pasuruan bakal semakin tinggi dalam momentum pilwali. “Kami yakin dalam pilwali nanti yang diproyeksikan ada 153 ribu pemilih, partisipasi masyarakat juga bisa memenuhi target,” ujarnya.

Komisioner Divisi Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi, dan Pendidikan Pemilih KPU Kota Pasuruan Nanang Abidin menjelaskan, selain memaksimalkan partisipasi masyarakat, pihaknya juga harus memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan. Baik kesehatan pemilih, peserta, maupun penyelenggara.

“Karena itu, kami memberikan pelayanan tata cara pelaksanaan pilkada ini dengan prioritas kesehatan dan keselamatan. Selama protokol kesehatan dijalankan dengan ketat dan baik, tidak ada yang perlu ditakutkan untuk beraktivitas menggunakan hak pilihnya,” jelasnya. (tom/rud)

PURWOREJO, Radar Bromo – Pelaksanaan Pilwali 2020 di tengah pandemi Covid-19, menjadi tantangan tersendiri bagi pihak-pihak yang terlibat. Tak terkecuali bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pasuruan yang menjadi penyelenggara hajatan politik.

Penyelenggaraan pemilihan yang sangat berbeda dengan kondisi normal, diyakini tidak mempengaruhi partisipasi pemilih. Karena itu, KPU memasang target tinggi terkait tingkat kehadiran pemilih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam dalam Sosialisasi PKPU Nomor 5/2020 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada di Kota Pasuruan, Jumat (3/7). Menurutnya, untuk mencapai target itu, tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan KPU pada penyelenggaraan sebelumnya.

“Partisipasi masyarakat pada pemilu di Kota Pasuruan kemarin cukup tinggi. Mencapai 88 persen dari 147.500 pemilih,” ujarnya di hadapan sejumlah pengurus partai politik. Padahal, pada Pemilu 2019, target partisipasi masyarakat 77,5 persen. Target itu, kata Anam, juga berlaku dalam pemilihan kepala daerah 9 Desember 2020 mendatang.

Dengan melihat data pada Pemilu 2019, pihaknya yakin partisipasi masyarakat Kota Pasuruan bakal semakin tinggi dalam momentum pilwali. “Kami yakin dalam pilwali nanti yang diproyeksikan ada 153 ribu pemilih, partisipasi masyarakat juga bisa memenuhi target,” ujarnya.

Komisioner Divisi Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi, dan Pendidikan Pemilih KPU Kota Pasuruan Nanang Abidin menjelaskan, selain memaksimalkan partisipasi masyarakat, pihaknya juga harus memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan. Baik kesehatan pemilih, peserta, maupun penyelenggara.

“Karena itu, kami memberikan pelayanan tata cara pelaksanaan pilkada ini dengan prioritas kesehatan dan keselamatan. Selama protokol kesehatan dijalankan dengan ketat dan baik, tidak ada yang perlu ditakutkan untuk beraktivitas menggunakan hak pilihnya,” jelasnya. (tom/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/