alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Walau Tergabung di Koalisi 9 Bintang, PKS Masih Jalin Komunikasi dengan Partai Lain

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Meski tergabung dalam koalisi 9 Bintang, partai parlemen PKS enggan gegabah memberikan dukungan. PKS tidak serta merta mengikuti tiga parpol koalisi yang mendukung Ismail Nachu sebagai bakal calon wali kota Pasuruan.

Praktis, hanya PKS yang belum memberikan dukungan pada Ismail Nachu. Sementara PAN, Partai Gerindra, dan PPP yang bersama PKS tergabung dalam koalisi 9 Bintang, memastikan untuk mendukung Ismail Nachu.

Ketua DPC PKS Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto mengaku, pihaknya tak ingin gegabah menentukan dukungan tanpa pertimbangan yang matang. Ada beberapa mekanisme yang lebih dulu harus dilalui sebelum memutuskan dukungan politik. Apalagi, hajatan politik lima tahunan itu menyangkut kepentingan masyarakat Kota Pasuruan seluruhnya.

“Terkait dengan sikap politik, kami harus melalui mekanisme partai dengan keputusan DPW dan DPP,” kata Ismu.

Untuk itu, belakangan ini pihaknya kian intensif menjalin komunikasi dengan struktur yang lebih tinggi. Berbagai dinamika politik yang bergulir tidak luput dari pemetaan PKS.

“Kami sampaikan dinamika yang terjadi di Kota Pasuruan, juga apa yang terjadi di koalisi 9 Bintang,” tambahnya.

Lebih dari itu, Ismu juga mengklaim, partainya masih terus membangun komunikasi politik. Baik dengan parpol lain, maupun dengan sejumlah tokoh yang mulai menampakkan diri sebagai bakal calon wali kota.

“Tentu saja komunikasi politik kami bangun dengan semua, Ayi Suhaya, Ismail Nachu, Pak Ansori, Teno, semuanya sudah komunikasi,” ungkap dia.

Sejauh ini, PKS baru menyatakan dukungan untuk bakal calon wakil wali kota. Dia tak lain Suci Mardiko yang memang didorong maju dalam Pilwali 2020. Sosok Suci Mardiko itu pula yang nantinya akan ditawarkan kepada bakal calon wali kota.

Sedangkan untuk memutuskan dukungan terhadap bakal calon wali kota, kata Ismu, bukan seperti membeli kucing dalam karung. “Jadi, tidak bisa hanya sekadar mengandalkan perasaan,” bebernya.

Dia menyebut, PKS akan memanfaatkan waktu sebelum masa pendaftaran pasangan calon di KPU untuk melakukan survei. Hasil survei itu akan menjadi bagian dari pertimbangan partai sebelum mengambil keputusan. Survei dilakukan untuk mengukur elektabilitas kandidat bakal calon wali kota maupun wakil, serta simulasi pasangan calon.

“Harapannya dengan survei ini kami bisa tahu kecenderungan masyarakat seperti apa. Jadi, kami punya gambaran secara terukur, tidak hanya dari perasaan. Sehingga bisa menjadi pertimbangan untuk menentukan kandidat yang sesuai dengan harapan masyarakat dan punya potensi kemenangan tinggi,” tandasnya. (tom/hn/fun)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Meski tergabung dalam koalisi 9 Bintang, partai parlemen PKS enggan gegabah memberikan dukungan. PKS tidak serta merta mengikuti tiga parpol koalisi yang mendukung Ismail Nachu sebagai bakal calon wali kota Pasuruan.

Praktis, hanya PKS yang belum memberikan dukungan pada Ismail Nachu. Sementara PAN, Partai Gerindra, dan PPP yang bersama PKS tergabung dalam koalisi 9 Bintang, memastikan untuk mendukung Ismail Nachu.

Ketua DPC PKS Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto mengaku, pihaknya tak ingin gegabah menentukan dukungan tanpa pertimbangan yang matang. Ada beberapa mekanisme yang lebih dulu harus dilalui sebelum memutuskan dukungan politik. Apalagi, hajatan politik lima tahunan itu menyangkut kepentingan masyarakat Kota Pasuruan seluruhnya.

“Terkait dengan sikap politik, kami harus melalui mekanisme partai dengan keputusan DPW dan DPP,” kata Ismu.

Untuk itu, belakangan ini pihaknya kian intensif menjalin komunikasi dengan struktur yang lebih tinggi. Berbagai dinamika politik yang bergulir tidak luput dari pemetaan PKS.

“Kami sampaikan dinamika yang terjadi di Kota Pasuruan, juga apa yang terjadi di koalisi 9 Bintang,” tambahnya.

Lebih dari itu, Ismu juga mengklaim, partainya masih terus membangun komunikasi politik. Baik dengan parpol lain, maupun dengan sejumlah tokoh yang mulai menampakkan diri sebagai bakal calon wali kota.

“Tentu saja komunikasi politik kami bangun dengan semua, Ayi Suhaya, Ismail Nachu, Pak Ansori, Teno, semuanya sudah komunikasi,” ungkap dia.

Sejauh ini, PKS baru menyatakan dukungan untuk bakal calon wakil wali kota. Dia tak lain Suci Mardiko yang memang didorong maju dalam Pilwali 2020. Sosok Suci Mardiko itu pula yang nantinya akan ditawarkan kepada bakal calon wali kota.

Sedangkan untuk memutuskan dukungan terhadap bakal calon wali kota, kata Ismu, bukan seperti membeli kucing dalam karung. “Jadi, tidak bisa hanya sekadar mengandalkan perasaan,” bebernya.

Dia menyebut, PKS akan memanfaatkan waktu sebelum masa pendaftaran pasangan calon di KPU untuk melakukan survei. Hasil survei itu akan menjadi bagian dari pertimbangan partai sebelum mengambil keputusan. Survei dilakukan untuk mengukur elektabilitas kandidat bakal calon wali kota maupun wakil, serta simulasi pasangan calon.

“Harapannya dengan survei ini kami bisa tahu kecenderungan masyarakat seperti apa. Jadi, kami punya gambaran secara terukur, tidak hanya dari perasaan. Sehingga bisa menjadi pertimbangan untuk menentukan kandidat yang sesuai dengan harapan masyarakat dan punya potensi kemenangan tinggi,” tandasnya. (tom/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/