PASURUAN, Bugul Kidul – Suasana duka menyelimuti Lingkungan Petung Bakalan, RT 02 RW 04, Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Rabu (11/3) siang.
Ini setelah MA, balita berusia 2,5 tahun, ditemukan tak bernyawa setelah hanyut di sungai tak jauh dari rumahnya.
Kejadian bermula dari kelelahan sang ibu, Mau, dan nenek korban. Keduanya selama semalam harus lembur membuat kue untuk Lebaran.
Menjelang siang, mereka kelelahan dan tertidur pulas bersama MA di ruang tengah. Nahas, sekitar pukul 10.00, saat terbangun, Mau mendapati putra kesayangannya sudah tidak ada di sampingnya.
Upaya pencarian di dalam rumah nihil. Pintu depan yang dipagari juga masih tertutup rapat.
Mau lantas melihat pintu belakang rumah dalam kondisi terbuka. Diduga kuat, korban membuka sendiri pintu tersebut dan berjalan keluar menuju sekitaran sungai.
Memang jarak antara rumah korban dan sungai hanya sepelemparan batu. Kira-kira berkisar 10 meter.
"Informasi dari keluarga, anak itu keluar lewat pintu belakang tanpa diketahui saat ibu dan neneknya tertidur karena capek habis buat kue," ujar Khusaeri, Ketua RW setempat.
Panik melanda. Mau lalu meminta bantuan kerabatnya dan para tetangga. Salah satunya Faisol.
Ia lantas meminta Faisol untuk menyisir aliran sungai di belakang rumah. Firasat buruk sang nenekpun terbukti.
Sekitar 500 meter dari titik awal, tepat di selatan jembatan JLS Petung-Bakalan, Faisol melihat tubuh mungil MA mengapung terlentang.
"Ada bekas tanda jatuh di lokasi bantaran sungai samping rumah korban. Lalu saya bergegas sisir ke utara sampai jembatan di jalur lingkar selatan. Pas di tikungan pusaran air, saya lihat korban. Langsung saya tolong dan ia sudah dalam kondisi meninggal," kenang Faisol dengan nada getir.
Isak tangispun pecah saat jasad Alfarizi dibawa tim medis kembali ke rumah duka. Sebelumnya korban sempat dievakuasi ke RSUD dr R Soedarsono untuk keperluan visum.
Selanjutnya korban dimakamkan di tempat pemakaman keluarga dekat rumahnya.
Kue-kue Lebaran yang rencananya membawa manisnya hari raya, kini tergeletak berselimut duka mendalam bagi keluarga Mau.
Anak keduanya telah pergi. Menyisakan ruang kosong dan duka di tengah kesibukan persiapan hari kemenangan.
Kasus hanyut tenggelamnya Alfarizi itu juga telah ditangani Polsek Bugul kidul. Beberapa petugas kepolisian termasuk pihak kelurahan setempat juga turut membantu proses penanganan di rumah sakit hingga pemakaman korban. (ube/fun)
Editor : Fandi Armanto