PASURUAN, Radar Bromo - Banyaknya kabar tak sedap soal menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di media, membuat Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo bersikap.
Orang nomor satu di Kota Pasuruan ini, memilih untuk meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pasuruan.
Selasa (3/3), dua lokasi SPPG ditinjau. Yakni SPPG Pekuncen dan SPPG Tapaan. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan di kedua SPPG berjalan dengan baik.
Dalam peninjauan tersebut, Mas Adi-sapaannya melihat langsung proses pelayanan, dan sarana prasarana.
Ia didampingi sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ada perwakilan dari DPRD dan Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan.
Di Kota Pasuruan, saat ini ada 19 buah SPPG. 17 SPPG di antaranya sudah beroperasi.
Sementara satu SPPG masih mengajukan pengurusan sertifikat layak higiene dan sanitasi (SLHS).
Dan satu SPPG lainnya, selain dalam proses pengurusan SLHS, juga sedang mendata penerima manfaat.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo menyebut keberadaan SPPG memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Karena itu, pihaknya ingin memastikan seluruh fasilitas dan layanan benar-benar optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Pasuruan.
"Kami berharap melalui pemantauan rutin seperti ini, kualitas layanan publik terus meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara maksimal," jelas Mas Adi-sapaannya.
Plt Asisten 1 Pemkot Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat menjelaskan, pengecekan ke SPPG ini, sebagai tindak lanjut adanya keluhan masyarakat terkait menu MBG.
Secara keseluruhan, layanan SPPG sudah berjalan baik. Namun SPPG tetap diminta agar terus meningkatkan kualitas pelayanan.
"Pemkot menekankan agar menu yang disajikan memenuhi standar gizi. Dan selalu bekerja sama dengan UMKM kota dalam pemenuhan bahan," paparnya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin