Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tekan Kasus PMK hingga 70 Persen, Ini Strategi yang Diterapkan Pemkab Pasuruan

Rizal Syatori • Kamis, 26 Februari 2026 | 12:45 WIB

BIAR KEBAL: Petugas kesehatan hewan Pemkab Pasuruan saat memvaksin sapi milik peternak. Langkah ini dilakukan, untuk mencegah ancaman penyakit, terutama PMK.
BIAR KEBAL: Petugas kesehatan hewan Pemkab Pasuruan saat memvaksin sapi milik peternak. Langkah ini dilakukan, untuk mencegah ancaman penyakit, terutama PMK.

SUKOREJO, Radar Bromo - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak di Kabupaten Pasuruan, belum benar-benar hilang.

Sejumlah kasus bermunculan. Namun, cenderung mengalami penurunan.

Menurut drh. Panti Absari, Medik Veteriner Ahli Madya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, kasus PMK masih ada.

Hingga 20 Februari 2026 kemarin, jumlah hewan ternak yang terjangkit, mencapai 169 ekor.

Di mana, sebanyak 24 ekor sakit, dua ekor mati dan 126 ekor sembuh. Sementara lainnya, ada yang dijual dan potong paksa.

"Kasusnya masih ada. Tapi, cenderung menurun. Bahkan, mencapai 70 persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kasus tersebut ditemukan di sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Pasuruan. Mulai Kecamatan Puspo, Pasrepan, Winongan, Grati dan Sukorejo.

Pihaknya bukan tanpa langkah. "Sejumlah antisipai terus ditempuh untuk menanggulangi PMK. Mulai vaksin, pengobatan yang sakit, desinfektan, hingga pengawasan pasar hewan dan lalu lintasnya,” beber dia.

Meski menurun, atensi tak dikendurkan. Mengingat, dampak PMK cukup besar dalam mempengaruhi perekonomian peternak. Selain produksi susu turun, juga berisiko terjadinya kematian. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
#ternak #sapi #pmk #pemkab pasuruan #vaksin #penyakit