PASURUAN, Radar Bromo - Konflik antara nelayan Pasuruan yang berujung terjadinya pembakaran perahu beberapa waktu lalu, berakhir sudah. Dua kubu nelayan yang sempat bertikai kini telah berdamai.
Ini setelah Satreskrim Polres Pasuruan Kota menginisiasi pertemuan dua kubu yang sempat bertikai.
Hasilnya, dua kubu nelayan Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan dan Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, sepakat untuk saling menjaga kondusivitas.
Deklarasi perdamaian itu digelar Minggu (15/2) di Cessa Blackcat Glamping, di Kecamatan Prigen.
Kegiatan ini dikemas dalam suasana family gathering bersama jajaran Polres Pasuruan Kota untuk mencairkan suasana sekaligus mempererat silaturahmi.
Momentum ini memang sengaja digelar untuk menyelesaikan persoalan pembakaran perahu yang sempat memicu ketegangan antara warga Kelurahan Ngemplakrejo dan Desa Kaligung. Kedua pihak sepakat menempuh jalur damai demi keamanan bersama.
Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Decky Tjahyono Tri Yoga mengatakan, kesepakatan damai ini menjadi langkah penting menjaga stabilitas sosial masyarakat.
“Dengan adanya kesepakatan perdamaian ini, kami berharap ke depan tidak ada konflik seperti ini lagi. Semua pihak diharapkan menahan diri dan mengedepankan komunikasi,” ujarnya.
Pihaknya juga akan terus memfasilitasi dialog dan pendekatan persuasif agar potensi konflik dapat dicegah sejak dini. Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Warga dari kedua kubu terlihat saling berjabat tangan, menandai komitmen bersama untuk membuka lembaran baru tanpa konflik.
“Kami berharap perdamaian ini menjadi contoh positif bagi masyarakat lain bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah. Tanpa harus berujung pada tindakan yang merugikan semua pihak,” sampainya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua kelompok nelayan di Pasuruan bertikai yang diawali dari alat tangkap ikan.
Pertikaian itu terjadi di pesisir Sidoarjo dan berbuntut aksi pembakaran 11 perahu milik nelayan hingga dua nelayan mengalami luka bacok.
Konflik nelayan ini menjadi perhatian pemerintah maupun aparat kepolisian. Setelah konflik terjadi, aparat dan pemerintah berusaha untuk menjadi penengah. Supaya konflik tak makin melebar. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid