REJOSO, Radar Bromo - Bencana alam masih terus mengancam warga Kabupaten Pasuruan. Sabtu (14/2) sore, hujan deras dan angin kencang melanda wilayah Kecamatan Rejoso.
Dampaknya, 10 rumah warga di Dusun Bandaran, Desa Jarangan, rusak. Termasuk salah satu mandrasah.
Anggota Polsek Rejoso dan BPBD Kabupaten Pasuruan, langsung turun melakukan asesmen. Menginventarisir para korban.
Kapolsek Rejoso Iptu Agung Prasetyo mengatakan, hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan atap sejumlah rumah warga terhempas angin.
“Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.
Sekitar pukul 14.00, langit wilayah Kecamatan Rejoso, diselimuri mendung tebal. Tiga puluh menit kemudian, hujan ringan perlahan turun.
Kemudian, terjadi hujan lebat disertai embusan angin kencang. Sekira pukul 14.55 hujan dan angin reda.
Namun, ternyata selama hujan dan angin terjadi, telah membuat puluhan rumah warga rusak.
Sejumlah rumah itu, di antaranya milik Tinami, 53; Sutinah, 55; Anis Sufila, 34; Samsul Arifin, 45; Mokhammad Sekhudin, 42; dan Khoriyah, 39. Serta, Marleyah, 40; M. Arifin, 45; Mujiati, 35; dan rumah Intan, 28. “Semuanya di RT 1/RW 2, Dusun Bandaran, Desa Jarangan,” jelas Agung.
Mendapati itu, kepolisian berkoordinasi dengan Relawan Desa Tangkap Bencana, untuk penanganan awal.
Juga berkoordinasi dengan BPBD kab Pasuruan dan menginventarisir korban. Namun, menyebabkan kerugian antara Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.
“Dengan adanya kejadian tersebut, dipastikan nihil korban luka maupun jiwa. Lama hujan di sertai angin kencang sekitar 30 menit,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, pihaknya melakukan asesmen sekitar pukul 18.00.
Dari 10 rumah terdampak, ada 9 rumah rusak ringan dan 1 rumah rusak berat. Ditambah satu madrasah rusak ringan.
“Kami kirim bantuan kedaruratan dan koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya. (zen/rud)
Editor : Fahreza Nuraga