Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kirab Hari Jadi, Kenalkan Suro Wiro Aji Busono sebagai Busana Khas Kota Pasuruan

Fahrizal Firmani • Senin, 9 Februari 2026 | 11:40 WIB
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo beserta dan istri (depan), wawali Nawawi dan istri, beserta sejumlah pejabat mengenakan Suro Wiro Aji Busono khas Kota Pasuruan.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo beserta dan istri (depan), wawali Nawawi dan istri, beserta sejumlah pejabat mengenakan Suro Wiro Aji Busono khas Kota Pasuruan.

PASURUAN, Radar Bromo-Berbagai kegiatan digelar Pemkot Pasuruan untuk memperingati Hari Jadi Ke-340 Kota Pasuruan.

Salah satunya dengan menggelar kirab pataka Minggu (8/2). Peringatan tahun ini mengusung tema “Guyub Rukun Bareng-Bareng Mbangun Pasuruan Kutho Anugrah.”

Selama kirab pataka, seluruh peserta kompak mengenakan busana khas Kota Pasuruan. Yaitu, Suro Wiro Aji Busono yang baru diresmikan.

Busana khas Kota Pasuruan itu didominasi warna merah menyala. Busana ini dipadukan dengan jarik putih serta udeng sebagai penutup kepala.

Kirab ini diikuti oleh Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo; Wakil Wali Kota Mohamad Nawawi; Ketua DPRD Kota Pasuruan Muhamad Toyib; dan Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly.

Selain itu, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah juga mengikuti kegiatan ini.

Kirab dimulai dari Kantor Wali Kota menuju gedung Harmonie di Jalan Pahlawan, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo.

Sepanjang kirab, sejumlah atraksi mengiringi. Seperti barongsai, pencak silat, hingga Tari Terbang Bandung.

Setibanya di gedung Harmonie, dilakukan prosesi penyerahan bumbung pataka sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah kota. Lalu diikuti dengan penyerahan pataka oleh Wali Kota kepada Ketua DPRD. Dilanjutkan dengan pembacaan isi naskah pataka.

Wali Kota mengajak masyarakat menjadikan momentum hari jadi sebagai refleksi untuk berkomitmen membangun Pasuruan yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera.

Menurutnya, banyak hal yang sudah dilakukan untuk memajukan kota. Namun masih banyak yang perlu dibangun untuk kesejahteraan Kota Pasuruan.

"Usia 340 tahun adalah perjalanan panjang penuh doa dan pengabdian. Tentunya masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk kemajuan kota," katanya.

Mas Adi–sapaannya–menyebut, dalam kesempatan hari jadi ini, pihaknya kompak mengenakan Suro Wiro Aji Busono untuk mengenalkan pakaian khas Kota Pasuruan.

Busana ini sudah ditetapkan sebagai pakaian khas daerah melalui perwali.

"Proses menetapkan pakaian khas ini dilakukan melalui sejumlah sarasehan.Warna dan motif yang dipilih sudah melalui kajian dari tim formatur dan sarasehan sebelum ditetapkan," sebut Mas Adi. (riz/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#kota pasuruan #hari jadi #mas adi #busana khas #Adi Wibowo #kirab #wali kota pasuruan