Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Empat Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Diganjar Penghargaan Imbas Berhasil Atasi Stunting, Ini pesan Wabup Gus Shobih

Iwan Andrik • Sabtu, 29 November 2025 | 01:57 WIB

 

SERAHKAN: Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori menyerahkan penghargaan kepada salah satu camat yang berhasil mengukir prestasi dengan menurunkan angka stunting.
SERAHKAN: Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori menyerahkan penghargaan kepada salah satu camat yang berhasil mengukir prestasi dengan menurunkan angka stunting.

PASURUAN, Radar Bromo– Empat kecamatan di Kabupaten Pasuruan dianggap berhasil menekan angka stunting.

Hal ini dibuktikan dengan predikat Nihil Lokus Stunting selama tahun 2021 hingga 2025.

Keempat kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Lumbang, Kecamatan Pohjentrek, Kecamatan Prigen dan Kecamatan Gempol.

Karena keberhasilan itulah, Pemkab Pasuruan memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi.

Piagam penghargaan tersebut, diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori kepada empat camat yang berhasil dalam menekan stunting tersebut.

Penyerahan piagam itu, dilakukan dalam agenda Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting Semester II, Rabu (26/11).

“Kami ucapkan terimakasih kepada Dinas P3AP2KB dan semua pihak terkait. Karena sudah bisa menurunkan lebih dari sebelas persen lebih angka stunting di Kabupaten Pasuruan,” kata Gus Shobih –sapaan akrabnya-.

Menurut Gus Shobih, capaian tersebut berdampak besar terhadap upaya penanganan stunting secara nasional.

Terbukti, dengan suntikan dana insentif fiskal yang diperoleh Pemkab Pasuruan dari pemerintah pusat senilai Rp 7 miliar, atas keberhasilan itu.

Gus Shobih mengingatkan, perjuangan dalam menurunkan stunting masih panjang.

Karenanya, ia mengajak semua pihak, untuk mereduksi stunting secara bersama-sama.

“Ini tugas bersama. Dibutuhkan komitmen dan sinergi seluruh kepala OPD, camat, kepala desa dan pihak tergabung dalam TPPS,” sambung dia.

Kepala P3AP2KB Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri mengutarakan, rakor tersebut sangatlah penting, untuk memperkuat komitmen dan sinergi agar program percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi dan berkelanjutan.

Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia Kabupaten Pasuruan di masa depan. (one)

Editor : Muhammad Fahmi
#Gus Shobih #pasuruan #stunting #wabup pasuruan #shobih asrori