PASURUAN, Radar Bromo-Umur harapan hidup (UHH) masyarakat Kota Pasuruan terus meningkat.
Masyarakat kota yang lahir pada 2024 memiliki UHH 74,86 tahun. Naik 0,22 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2023 74,64 tahun.
Kepala BPS Kota Pasuruan, Imam Sudarmadji menuturkan UHH mempresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun.
Selama periode 2020 sampai 2024, UHH telah meningkat 0,80 tahun. Atau tumbuh 0,21 persen per tahun.
Pada tahun 2020, UHH Kota Pasuruan adalah 74,06 tahun dan tahun 2024 mencapai 74,86 tahun.
UHH pada 2024 meningkat 0,22 tahun atau 0,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Lebih tinggi daripada rata rata pertumbuhan 2020 sampai 2023 sebesar 0,20 persen per tahun.
Penyebab tinggi rendahnya UHH ini disebabkan kematian bayi pada suatu daerah. Semakin banyak bayi yang dilahirkan dengan selamat maka UHH menjadi semakin tinggi.
Semakin banyak yang meninggal sebelum dilahirkan maka UHH bisa semakin rendah.
"Naiknya UHH berarti bayi yang terlahir selamat semakin banyak. Ini menunjukkan kesehatan ibu dan bayi juga semakin baik," kata Imam.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena menyebut, penyebab kematian bayi beragam.
Seperti infelso pada masa kehamilan, lahir prematur, lilitan tali pusar hingga kelainan bawaan.
Untuk mencegah kondisi ini dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur agar kondisi bayi bisa terpantau.
"Ada pemberian gizi dsri puskesmas. Dinkes rutin memberi himbauan agar ibu hamil rutin memerikss kandungan," tutur Shierly. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid