PASURUAN, Radar Bromo - Tuntas sudah lomba Inovasi Kabupaten Pasuruan, Maju, Adil dan Sejahtera (INOPAMAS) 2025.
Dalam penganugerahan yang berlangsung di pendapa Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, enam terbaik di masing masing kategori diganjar penghargaan.
Total ada 19 inovator terbaik dari tiga kategori. Masing-masing enam terbaik di tiap kategori. Serta best inovator.
Setiap innovator terbaik tidak hanya menerima trofi dan piagam. Tapi juga uang pembinaan.
Mereka berhasil menjadi yang terbaik dari total ratusan peserta yang ikut di lomba inovasi ini.
Sebelum penganugerahan dimulai, bupati Pasuruan Rusdi Sutejo sempat berkeliling ke pameran para nomine.
Di pameran, semuanya memamerkan inovasi yang mereka buat. Mas Rusdi-mengapresiasi setiap inovasi yang dibuat oleh peserta.
Dalam lomba ini Mochamad Yusuf menjadi yang terbaik dalam bidang pendidikan dengan inovasi Siponi.
Lalu Cempaka Foundation menjadi terbaik dalam kategori teknologi/nonteknologi dengan inovasi bumibaik apps. Sedangkan kategori tata kelola pemerintahan diraih oleh Puskesmas Nguling dengan inovasi Si Pitung.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyebut, dari ajang ini ia melihat banyak mutiara emas di Kabupaten Pasuruan.
Inovasi ini tidak hanya dilakukan oleh warga yang berada di kecamatan besar seperti Gempol atau Bangil. Tapi juga kecamatan lainnya, seperti Nguling dan Kejayan.
Orang nomor satu di Kabupaten pasuruan ini ingin agar inovasi ini tidak berhenti sampai di sini.
Pemkab siap bekerja sama dengan masyarakat demi mengembangkan inovasi yamg mereka buat.
Seperti, inovasi Emas Hitam dari lereng Bromo yang dibuat oleh warga Tutur. Sebuah inovasi yang mengubah kotoran sapi bisa diolah menjadi biomassa.
Tentunya ini sangat positif. Mengingat banyaknya kotoran sapi di Kabupaten Pasuruan sebagai wilayah yang merupakan penghasil susu sapi perah terbesar kedua di Jawa Timur.
Ini belum termasuk sapi potong. Sehingga bisa dibayangkan, potensi kotoran sapi yang bisa diolah.
"Nanti bisa kerja sama dengan pemkab. Jika memang bagus, kenapa tidak kita olah," kata Mas Rusdi.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, Pembangunan dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana menysbut inovasi daerah merupakan salah satu indikator kemajuan sebuah daerah.
Karena itu pihaknya akan terus mendorong agar masyarakat ikut membantu kemajuan Pasuruan dengan berinovasi.
Inovasi ada banyak cara. Tidak harus berupa aplikasi. Bisa juga inovasi dalam membantu program pemerintah, misal inovasi dalam makanan bergizi gratis (MBG).
Di luar itu, inovasi yang ditampilkan luar biasa. Contoh dalam bidang pemerintahan. Seperti puskesmas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (dispendukcapil) dan RSUD Bangil berhasil membuat inovasi yang baik.
Mereka mewakili pelayanan kesehatan, dsn masyarakat. Pihaknya akan mendorong pelayanan lain juga membuat inovasi yang baik.
"Pelayanan pekerjaan umum dan pelayanan ketertiban umum tidak boleh kalah dengan kesehatan dan masyarakat," tutur Bakti.
Mochamad Yusuf, juara pertama dalam bidang pendidikan dengan inovasi SIPONI mengaku senang bisa menjadi terbaik.
Tentu kemenangan ini akan dijadikan motovasi untuk mengembangkan inovasi yang dibuatnya. Ia berharap siswa semakin senang menggunakan inovasi yang dikembangkamnnya.
"Tentu senang. Saya akan membuat aplikasi ini jadi lebih keren. Dengan membuat fitur yang lebih banyak," kata Yusuf. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid