PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pasuruan tahun 2026, Kamis (20/3).
Acara yang berlangsung di Gedung Gradika Bhakti Praja itu, sekaligus dilanjutkan dengan Forum Konsultasi Publik RPJMD Kota Pasuruan tahun 2025-2029.
Musrenbang RKPD tahun 2026 kemarin, dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Baik pimpinan dan anggota DPRD Kota Pasuruan, asisten, juga kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemangku kepentingan dan perwakilan komunitas masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Pasuruan, Siti Rochana menjelaskan bahwa penyelenggaraan Musrenbang RKPD 2026, bertujuan selain untuk menyepakati Prioritas Pembangunan Daerah.
Serta mensinkronisasikan program kegiatan, pagu indikatif, indikator dan target kinerja.
Sekaligus untuk menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan nasional dan provinsi.
Dan juga untuk mengklarifikasi program maupun kegiatan yang merupakan kewenangan Kota Pasuruan dengan usulan masyarakat yang berasal dari Musrenbang kelurahan, Pokir dan Forum Perangkat Daerah.
“Berdasarkan jumlah pengajuan dari Musrenbang kelurahan, ada 296 usulan. Terdiri dari bidang sosial budaya sebanyak 93 usulan, bidang ekonomi 100 usulan dan bidang infrastruktur 103 usulan. Sedangkan dari Pokir, ada sebanyak 255 usulan. Dan dari Forum Perangkat Daerah ada total 114 usulan,” terangnya.
Tema Pembangunan Kota Pasuruan Tahun 2026, yaitu “Penguatan Transformasi Ekonomi dan Sosial yang Harmoni dan Berkelanjutan”.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menjelaskan, sebagaimana pentahapan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (PJMD), tahun 2025 – 2029 merupakan langkah untuk memperkuat pondasi transformasi ekonomi dan sosial.
Sehingga sebagai dukungan awal, dilakukan penguatan landasan transformasi yang Harmoni dan Berkelanjutan.
“Harmoni dalam hal ini, agar terjadi keselarasan pembangunan yang bukan hanya maju dari sisi ekonomi, namun maju dari sisi sosial kesejahteraan. Sedangkan Berkelanjutan, dalam artian pembangunan yang berorientasi pembangunan jangka menengah dan memperhatikan lingkungan,” terangnya.
Musrenbang tersebut juga diisi paparan dari Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Provinsi Jawa Timur Budi Raharjo, Budi Raharjo dan juga dari Ketua DPRD Kota Pasuruan, Mokhamad Toyib.
Di samping itu, juga ada pemberian apresiasi kepada pihak kecamatan dan kelurahan sebagai penyelenggara Musrenbang terbaik.
Acara Musrenbang itupun, diakhiri dengan penandatanganan berita acara kesepakatan yang ditanda-tangani oleh Wakil Pemangku Kepentingan, yang menjadi bahan penyempurnaan dokumen perencanaan daerah. (eka/*)
PRIORITAS RKPD 2026
- Memperkuat Pembangunan SDM yang berkarakter
- Peningkatan Kualitas Infrastruktur Penunjang Perekonomian
- Meningkatkan Daya Tarik Investasi
- Penanganan Kemiskinan
- Menumbuhkan Perekonomian sektor Unggulan
- Meningkatkan Harmonisasi Sosial
- Efektifitas Birokrasi dan Pelayanan Publik
TARGET KINERJA 2026
- 88,90 > Indeks Reformasi Birokrasi
- 79,63 > Indeks Pembangunan Manusia
- 5,80 > Pertumbuhan Ekonomi
- 5,90 > Angka Kemiskinan
- 0,322 > Indeks Gini
- 87,16 > Indeks Kesalehan Sosial
- 3,94 > Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur
Editor : Fahreza Nuraga