Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Kabupaten Pasuruan Melesat, Segini selama 2023

Muhamad Busthomi • Jumat, 23 Februari 2024 | 21:05 WIB
MELAUT: Sederet kapal nelayan di Kraton yang siap untuk membawa hasil tangkapan ikan. Tampak seorang nelayan yang membawa sisa perbekalan hasil melaut.
MELAUT: Sederet kapal nelayan di Kraton yang siap untuk membawa hasil tangkapan ikan. Tampak seorang nelayan yang membawa sisa perbekalan hasil melaut.

BANGIL, Radar Bromo - Hasil kekayaan laut Kabupaten Pasuruan masih sangat menjanjikan.

Buktinya, produktivitas tangkapan nelayan cukup tinggi. Bahkan, angkanya melebihi target yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Alfi Khasanah menyampaikan, target pemerintah daerah pada 2023, sebenarnya sebanyak 21.000 ton.

Angka tersebut dihitung, berdasarkan potensi perikanan laut maupun perikanan darat. Dengan jumlah nelayan sebanyak 8.543 orang.

“Baik potensi perikanan laut yang mencakup 20 desa pesisir di enam kecamatan, yakni di Bangil, Beji, Kraton, Lekok, Rejoso dan Nguling, maupun perairan umum daratan, yang terpusat di Kecamatan Grati, punya potensi yang cukup besar," ungkap Alfi.

Alfi menambahkan, tingkat produktivitas kawasan pesisir memang berbeda-beda.

Dari enam kecamatan tersebut, paling banyak nelayan tersebar di Kraton, Lekok dan Nguling.

"Karena memang ketiga wilayah tersebut, berbatasan langsung dengan lautan lepas," terangnya.

Produktivitas sektor perikanan, terlihat dari hasil tangkapan nelayan.

Di mana, sepanjang 2023, hasil tangkapan nelayan mencapai 23.887 ton. Angka tersebut jelas lebih banyak dari target pemerintah daerah.

Disisi lain, Alfi juga menegaskan, agar ribuan nelayan yang tersebar di kawasan pesisir, untuk selalu menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Sebab, mereka mencari nafkah dari hasil kekayaan laut. Sehingga, sudah swajaranya untuk ikut menjaga kelestarian laut.

"Sejauh ini, sudah banyak nelayan yang menyadari pentingnya menjaga ekosistem laut kita, dengan menggunakan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Seperti jaring dan sejenisnya," bebernya.

Namun, dinasnya juga tak tutup mata, bila masih ada nelayan yang memakai troll.

Alasan agar hasil tangkapannya, lebih banyak.

Yang dilakukan selama ini, dengan melakukan pembinaan secara intens kepada para nelayan.

"Kami selalu ingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut," papar Alfi. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan #tangkapan ikan #nelayan pasuruan