Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kambing Di-Salon agar Lebih Menarik untuk Dijual

Jawanto Arifin • Minggu, 11 Juni 2023 | 19:00 WIB
PAKAI HAIR DRIYER: Samsi mengeringkan kambingnya usai dimandikan dengan hair dryer. (Mukhamad Rosyidi/Radar Bromo)
PAKAI HAIR DRIYER: Samsi mengeringkan kambingnya usai dimandikan dengan hair dryer. (Mukhamad Rosyidi/Radar Bromo)
POHJENTREK, Radar Bromo - Hari raya Idul Adha jadi salah satu momen peternak untuk “panen”. Kian mendekati Idul Adha, para peternak di Kabupaten Pasuruan pun berlomba-lomba membuat kambingnya kian berpenampilan menarik. Merawat kambing layaknya di salon.

Hal itu seperti yang dilakukan Samsi, 31. Warga Desa Parasrejo, Kecamatan Pohjentrek itu tiap minggu rutin memandikan kambingnya hingga bersih satu per satu.

Tidak sekadar disiram air, hewan peliharaannya tersebut juga dibaluri dengan sabun dan shampo. "Kalau pakai shampo nanti selain bersih, bulunya juga jadi halus," ujarnya.

Setelah dimandikan, hewan tersebut kemudian dikeringkan. Caranya dengan menggunakan hair dryer atau pengering rambut ala-ala di salon. Selain itu, juga rutin menyuntikkan obat dan vitamin khusus ke kambingnya.

Tidak heran, kambing-kambing hasil ternaknya terlihat sehat dan memiliki badan yang gemuk. Bahkan, setiap hari raya kurban, kambing-kambingnya selalu habis diburu pembeli.

"Kalau Idul Qurban begini biasanya bisa laku 50 ekor, harga jualnya mulai Rp 3 juta sampai yang paling mahal bisa Rp 7 juta," ungkapnya.

Salon kambing itu, sejatinya dilakukan sejak lama. Berawal dari mengikuti berbagai macam kontes-kontes kambing. Kemudian diterapkan dengan standar kontes. Bahkan kini, dia sering jadi jujukan para peternak lain yang ingin belajar merawat kambing.



"Kalau kambing yang sakit-sakit. Biasanya saya arahkan peternak buat pakai obat-obatan herbal dulu seperti kunir, temulawak, kunyit, karena obatnya itu lebih alami," tuturnya. (sid/mie)
Photo
Photo
Editor : Jawanto Arifin
#kambing kurban